MANADOPOST.ID - Baru-baru ini, India menghadapi kasus Gangguan Permainan Internet (Internet Gaming Disorder) yang telah diakui dalam Klasifikasi Penyakit Internasional (ICD-11) oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Gangguan ini mengganggu rutinitas sehari-hari, menjauhkan individu dari interaksi sosial di sekitar mereka, serta menghambat pertumbuhan anak-anak dan orang dewasa.
Menurut laporan dari Health Shots, individu yang mengalami gangguan ini sering kali menganggap bermain game lebih penting daripada kegiatan sehari-hari lainnya, meskipun berdampak negatif. Berikut gejala gangguan ini menurut WHO:
- Pikiran individu selalu terfokus pada permainan, bahkan saat seharusnya belajar, menghabiskan waktu dengan keluarga, atau bersantai.
- Ketika tidak bisa bermain, mereka menjadi mudah marah, cemas, dan gelisah.
- Mereka perlu menghabiskan waktu lebih lama bermain untuk merasakan kegembiraan yang sama, seringkali mengorbankan tidur dan makan.
- Meskipun berjanji kepada diri sendiri atau orang yang dicintai untuk mengurangi waktu bermain, mereka merasa semakin sulit melakukannya.
- Mereka kehilangan minat pada aktivitas lain yang sebelumnya membuat mereka bahagia karena bermain game lebih diutamakan.
Faktor penyebab gangguan ini meliputi:
Faktor psikologis: Kebutuhan untuk melarikan diri, merasa pencapaian, atau menjalin hubungan sosial dapat mendorong individu untuk bermain game secara berlebihan, menurut Dr. Ghosh.
Faktor sosial: Kurangnya hubungan yang mendukung dan keinginan untuk merasa diterima dapat mendorong individu menuju komunitas game online.
Faktor lingkungan: Beberapa individu tumbuh di lingkungan di mana waktu penggunaan perangkat tidak diatur, dan bermain game sering kali digunakan sebagai cara untuk tetap sibuk. (*)