Menurut Dr Kevin SpM dari KMN EyeCare, mata panda adalah kondisi kulit di sekitar mata yang menggelap, biasanya berwarna kebiruan atau keunguan. Penyebab utamanya antara lain kurang tidur, stres, pola tidur tidak teratur, paparan sinar matahari berlebih, hingga faktor genetik. Pembuluh darah di bawah mata yang membesar membuat kulit tampak lebih gelap dan kusam.
Sementara itu, kantung mata terjadi akibat penumpukan lemak atau cairan di bawah mata sehingga menimbulkan pembengkakan. Kondisi ini sering muncul karena faktor penuaan, genetika, alergi, diet tinggi garam, kebiasaan merokok, atau bahkan masalah kesehatan seperti penyakit ginjal dan tiroid.
Perbedaan mencolok antara keduanya:
-
Mata panda ditandai dengan warna kulit lebih gelap di sekitar mata tanpa pembengkakan.
-
Kantung mata lebih terlihat sebagai bengkak di bawah mata, kadang disertai perubahan warna kulit.
Meski umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan penglihatan, keduanya dapat memengaruhi penampilan seseorang sehingga tampak lebih lelah dan tua.
Cara mengatasi mata panda:
-
Tidur cukup 7–9 jam per malam.
-
Menggunakan krim mata dengan retinol, vitamin C, atau peptida.
-
Melindungi mata dari paparan sinar matahari.
-
Mengonsumsi makanan kaya air seperti semangka dan mentimun.
Cara mengatasi kantung mata:
-
Kompres dingin untuk mengurangi bengkak.
-
Menghindari alergen dan menjaga asupan garam.
-
Menjalani pola hidup sehat dengan makanan bergizi.
-
Konsultasi ke dokter bila diperlukan, termasuk terapi laser atau tindakan medis lain.
Dr. Kevin menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk menjaga kesehatan mata. “Jika masalah mata panda atau kantung mata berlangsung lama dan semakin parah, sebaiknya segera konsultasi ke dokter mata,” ujarnya.
KMN EyeCare juga menyediakan layanan pemeriksaan rutin, termasuk bidang Okuloplasti & Blefaroplasti bagi pasien yang ingin mendapatkan penanganan estetika di sekitar mata.
Menjaga kualitas tidur, pola hidup sehat, serta melindungi mata dari sinar matahari berlebih menjadi kunci untuk menjaga mata tetap sehat dan penampilan tetap segar.(***)
Editor : Tanya Rompas