Dari Sertifikasi ke Akselerasi Industri Terapi Sel
Sebelumnya, pada 2024, DPI telah mengantongi sertifikasi CPOB untuk sel punca alogenik. Dengan sertifikasi terbaru ini, perusahaan kini menguasai seluruh lini produksi terapi berbasis sel, termasuk media kultur. Hal ini menempatkan Indonesia dalam peta negara-negara yang mampu memproduksi terapi sel berstandar internasional secara mandiri.
Menurut para analis kesehatan, capaian ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor terapi sel yang selama ini bernilai tinggi, sekaligus mempercepat adopsi terapi regeneratif di rumah sakit dalam negeri.
Menjawab Tantangan Penuaan Populasi
Data Asia-Pacific Population Report 2024 menunjukkan, 7,3% penduduk Indonesia berusia di atas 65 tahun, sementara 11,1% berusia di atas 60 tahun. Penuaan populasi ini meningkatkan prevalensi penyakit degeneratif, kanker, hingga penyakit autoimun—bidang-bidang yang sulit diatasi dengan terapi konvensional.
Dengan adanya produksi lokal terapi sel punca autologus dan sel NK, pasien berpeluang mendapatkan solusi pengobatan yang lebih efektif dan dipersonalisasi. Terapi ini memungkinkan pendekatan medis yang disesuaikan dengan kondisi biologis tiap individu, sejalan dengan tren global precision medicine.
Sinergi Bisnis, Medis, dan Pariwisata
DPI tidak berdiri sendiri. Perusahaan menggandeng mitra domestik untuk membangun ekosistem regeneratif terpadu.
-
CGBIO Indonesia memperluas layanan estetik medis dengan dukungan pelatihan tenaga medis.
-
Selatox fokus pada riset dan distribusi produk regeneratif.
-
Nulook Clinic di Bali menjadi contoh sinergi wellness tourism dan kedokteran regeneratif, menawarkan layanan anti-penuaan berbasis sel punca yang sekaligus mendukung citra Indonesia sebagai destinasi wisata medis.
Langkah ini dinilai strategis karena menggabungkan potensi ekonomi kesehatan dan pariwisata, dua sektor yang tengah tumbuh pesat pasca-pandemi.
Infrastruktur Regeneratif yang Kian Lengkap
Daewoong telah berinvestasi di Indonesia sejak 2005. Pada 2012, perusahaan membangun Daewoong Infion, pabrik biofarmasi pertama di Indonesia yang memproduksi obat protein rekayasa seperti EPO dan EGF bersertifikat halal. Dengan tambahan fasilitas produksi sel terbaru di Cikarang, ekosistem infrastruktur kesehatan Indonesia semakin kuat.
Menurut Head of Business Unit DPI, Baik In Hyun, sertifikasi ini bukan hanya capaian teknis, tetapi juga fondasi untuk ekspansi layanan. “Kami berkomitmen menghadirkan terapi sel yang lebih aman dan dapat diakses pasien Indonesia. Ke depan, kolaborasi dengan rumah sakit nasional akan memperluas solusi personalisasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Analisis: Implikasi bagi Pasar Kesehatan Indonesia
Langkah DPI ini diperkirakan membawa tiga implikasi penting:
-
Akses lebih luas terhadap terapi regeneratif yang sebelumnya terbatas pada kalangan tertentu karena biaya tinggi.
-
Transfer teknologi dan peningkatan SDM lokal, seiring dengan pelatihan dan kolaborasi dengan universitas serta rumah sakit.
-
Daya saing global, karena Indonesia berpotensi menjadi hub produksi terapi sel di Asia Tenggara, mengingat pasar regional yang juga menghadapi penuaan populasi serupa.
Dengan sertifikasi CPOB terbaru ini, Daewoong Pharmaceutical Indonesia bukan hanya memperluas bisnisnya, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta global kedokteran regeneratif.(ame)
Editor : Amelia Beatrix