Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Era Baru Terapi Sel di Indonesia: Daewoong Raih Sertifikasi CPOB untuk Sel Punca, NK, dan Eksosom

Amelia Beatrix • Senin, 15 September 2025 | 17:13 WIB

DPI GMP Facility di Cikarang
DPI GMP Facility di Cikarang
MANADOPOST.ID – Industri kedokteran regeneratif di Indonesia memasuki babak baru. Daewoong Pharmaceutical Indonesia (DPI) resmi memperoleh sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk fasilitas produksi sel punca autologus, sel NK (natural killer), dan eksosom. Sertifikasi ini tidak hanya memperluas kapasitas produksi dalam negeri, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan terapi sel yang lebih personal dan terjangkau.

Dari Sertifikasi ke Akselerasi Industri Terapi Sel

Sebelumnya, pada 2024, DPI telah mengantongi sertifikasi CPOB untuk sel punca alogenik. Dengan sertifikasi terbaru ini, perusahaan kini menguasai seluruh lini produksi terapi berbasis sel, termasuk media kultur. Hal ini menempatkan Indonesia dalam peta negara-negara yang mampu memproduksi terapi sel berstandar internasional secara mandiri.

Menurut para analis kesehatan, capaian ini berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor terapi sel yang selama ini bernilai tinggi, sekaligus mempercepat adopsi terapi regeneratif di rumah sakit dalam negeri.

Menjawab Tantangan Penuaan Populasi

Data Asia-Pacific Population Report 2024 menunjukkan, 7,3% penduduk Indonesia berusia di atas 65 tahun, sementara 11,1% berusia di atas 60 tahun. Penuaan populasi ini meningkatkan prevalensi penyakit degeneratif, kanker, hingga penyakit autoimun—bidang-bidang yang sulit diatasi dengan terapi konvensional.

Dengan adanya produksi lokal terapi sel punca autologus dan sel NK, pasien berpeluang mendapatkan solusi pengobatan yang lebih efektif dan dipersonalisasi. Terapi ini memungkinkan pendekatan medis yang disesuaikan dengan kondisi biologis tiap individu, sejalan dengan tren global precision medicine.

Sinergi Bisnis, Medis, dan Pariwisata

DPI tidak berdiri sendiri. Perusahaan menggandeng mitra domestik untuk membangun ekosistem regeneratif terpadu.

Langkah ini dinilai strategis karena menggabungkan potensi ekonomi kesehatan dan pariwisata, dua sektor yang tengah tumbuh pesat pasca-pandemi.

Infrastruktur Regeneratif yang Kian Lengkap

Daewoong telah berinvestasi di Indonesia sejak 2005. Pada 2012, perusahaan membangun Daewoong Infion, pabrik biofarmasi pertama di Indonesia yang memproduksi obat protein rekayasa seperti EPO dan EGF bersertifikat halal. Dengan tambahan fasilitas produksi sel terbaru di Cikarang, ekosistem infrastruktur kesehatan Indonesia semakin kuat.

Menurut Head of Business Unit DPI, Baik In Hyun, sertifikasi ini bukan hanya capaian teknis, tetapi juga fondasi untuk ekspansi layanan. “Kami berkomitmen menghadirkan terapi sel yang lebih aman dan dapat diakses pasien Indonesia. Ke depan, kolaborasi dengan rumah sakit nasional akan memperluas solusi personalisasi bagi masyarakat,” ujarnya.

Analisis: Implikasi bagi Pasar Kesehatan Indonesia

Langkah DPI ini diperkirakan membawa tiga implikasi penting:

  1. Akses lebih luas terhadap terapi regeneratif yang sebelumnya terbatas pada kalangan tertentu karena biaya tinggi.

  2. Transfer teknologi dan peningkatan SDM lokal, seiring dengan pelatihan dan kolaborasi dengan universitas serta rumah sakit.

  3. Daya saing global, karena Indonesia berpotensi menjadi hub produksi terapi sel di Asia Tenggara, mengingat pasar regional yang juga menghadapi penuaan populasi serupa.

Dengan sertifikasi CPOB terbaru ini, Daewoong Pharmaceutical Indonesia bukan hanya memperluas bisnisnya, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta global kedokteran regeneratif.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#sel punca #Daewoong #kemandirian #CPOB