Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hari Penglihatan Sedunia, Sentra Medika Hospital Beri Edukasi Kesehatan Mata, Begini Penjelasan Dokter Ade Nursalim

Jendry Dahar • Kamis, 9 Oktober 2025 | 16:36 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID—Dalam rangka Hari Penglihatan Sedunia tanggal 9 Oktober, maka Sentra Medika Hospital Minahasa Utara mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mata.

Melalui tulisan tentang “Cek Mata Sebelum Terlambat” menjadi pesan penting pada peringatan World Sight Day 2025, yang bertema “Putting People at the Heart of Eye Health” oleh Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS.

Setiap tahun, jutaan orang di dunia kehilangan penglihatan akibat penyakit mata yang sebenarnya bisa dicegah.

 

Peringatan World Sight Day 2025 yang jatuh pada 9 Oktober ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan mata rutin. Tahun ini, tema global yang diangkat adalah “Putting People at the Heart of Eye Health” atau “Menempatkan Manusia di Pusat Kesehatan Mata.”

Sejalan dengan itu, Dr. dr. Ade John Nursalim, MM, MARS, Sp.M, ChM, FICS, Dokter Spesialis Mata di Sentra Medika Hospital Minahasa Utara, menegaskan pesan sederhana namun bermakna: “Cek Mata Sebelum Terlambat.”

“Banyak penyakit mata berkembang tanpa gejala pada awalnya, hingga akhirnya penglihatan menurun secara permanen. Pemeriksaan rutin bisa menjadi penyelamat sebelum semuanya terlambat,” ujarnya.

 

Mata: Jendela Tubuh dan Kesehatan

Menurut dr. Ade, pemeriksaan mata bukan sekadar menguji ketajaman penglihatan. Lebih dari itu, mata bisa menjadi cermin dari kesehatan tubuh secara keseluruhan.
“Melalui pemeriksaan retina dan saraf optik, dokter dapat mendeteksi tanda-tanda awal penyakit sistemik seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan pembuluh darah,” jelasnya.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) bahkan mencatat, perubahan kecil pada mata dapat menjadi petunjuk awal gangguan serius pada organ tubuh lain. Karena itu, menjaga kesehatan mata berarti menjaga keseimbangan tubuh secara menyeluruh.

 

Deteksi Dini yang Menyelamatkan

Banyak penyakit mata seperti glaukoma, retinopati diabetik, dan degenerasi makula berkembang diam-diam tanpa gejala berarti. Ketika pasien mulai menyadari gangguan penglihatan, biasanya kerusakan pada saraf mata sudah tidak bisa dipulihkan.

“Deteksi dini adalah kunci,” tegas dr. Ade. “Pemeriksaan komprehensif yang mencakup evaluasi ketajaman penglihatan, tekanan bola mata, dan pemeriksaan retina dapat mencegah kebutaan yang seharusnya bisa dihindari.”

 

Kapan Sebaiknya Periksa Mata?

Banyak orang baru memeriksakan mata ketika penglihatan sudah terganggu. Padahal, pemeriksaan berkala sebaiknya dilakukan bahkan ketika mata masih terasa normal.

Dr. Ade menjelaskan, orang dewasa berusia 40 tahun ke atas disarankan menjalani pemeriksaan mata menyeluruh sebagai evaluasi dasar. Setelah itu, pemeriksaan dapat diulang setiap dua hingga empat tahun untuk usia 40–54 tahun, setiap satu hingga tiga tahun pada usia 55–64 tahun, dan setiap satu hingga dua tahun bagi mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

“Bagi penderita diabetes, hipertensi, atau mereka dengan riwayat keluarga glaukoma, pemeriksaan tahunan adalah keharusan,” tambahnya.

Penelitian dalam JAMA Ophthalmology menunjukkan bahwa banyak penderita diabetes di Asia Tenggara terlambat menjalani pemeriksaan mata, sehingga retinopati diabetik sering baru terdeteksi setelah terjadi kerusakan permanen.

 

Kenali Tanda Bahaya pada Mata

dr. Ade mengingatkan agar masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala-gejala berikut:
• Penglihatan mendadak kabur atau hilang sebagian
• Melihat bintik, kilatan cahaya, atau bayangan hitam yang bergerak
• Mata merah disertai nyeri hebat
• Kesulitan melihat di malam hari
• Melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu
• Penglihatan ganda atau mata terasa kering terus-menerus

“Gejala-gejala itu bisa menjadi tanda gangguan serius seperti glaukoma atau ablasi retina. Penanganan cepat dapat menyelamatkan penglihatan,” jelasnya.

 

Langkah Sederhana untuk Mata Sehat

Menjaga mata sebenarnya mudah dilakukan setiap hari. Terapkan aturan 20–20–20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan sejauh 6 meter selama 20 detik.
Gunakan pencahayaan yang cukup, hindari mengucek mata, dan selalu jaga kebersihan tangan.

Selain itu, konsumsi makanan bergizi seperti wortel, sayuran hijau, serta ikan laut yang kaya vitamin A, lutein, dan omega-3.
“Jangan merokok, karena tembakau mempercepat degenerasi makula dan memperburuk kesehatan retina,” pesan dr. Ade.

 

Mata Sehat, Hidup Lebih Berkualitas

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa 80 persen gangguan penglihatan dapat dicegah atau diobati bila terdeteksi dini. Karena itu, pemeriksaan mata rutin bukan hanya tentang menjaga penglihatan, tapi juga menjaga kualitas hidup.

“Mata yang sehat membuat kita bisa bekerja, belajar, dan menikmati hidup dengan baik. Jadi jangan tunggu kabur baru periksa. Cek mata sekarang, sebelum terlambat,” tutup dr. Ade Nursalim. (*)

Editor : Angel Rumeen