Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Indonesia Mulai Uji Klinis Lanjutan Vaksin Dengue Dosis Tunggal

Amelia Beatrix • Senin, 1 Desember 2025 | 21:16 WIB

Photo
Photo
MANADOPOST.ID— Indonesia resmi memulai uji klinis tahap lanjut vaksin dengue terbaru sebagai langkah penting dalam menghadapi ancaman demam berdarah yang terus meningkat. Kolaborasi riset ini melibatkan MSD bersama RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dengue masih menjadi masalah kesehatan nasional yang serius. Menurut World Health Organization (WHO), Indonesia mencatat lebih dari 257.000 kasus dan 1.400 kematian akibat dengue pada 2024. Sebuah penelitian pada 2015 bahkan menunjukkan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai US$381,15 juta, menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan.

Menjawab tantangan tersebut, uji klinis vaksin V181-005 dimulai untuk mengevaluasi keamanan, imunogenisitas, dan efikasi vaksin dengue yang hanya memerlukan satu dosis dan dapat diberikan kepada anak mulai usia dua tahun. Pengumuman pelaksanaan uji klinis digelar di Jakarta dengan kehadiran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, perwakilan BPOM, Peneliti Utama Dr. dr. Mulya Rahma Karyanti, Sp.A(K), M.Sc., Ph.D, serta jajaran MSD Indonesia dan perwakilan puskesmas di DKI Jakarta.

BPOM menyampaikan dukungan penuh terhadap penelitian ini. Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D, melalui perwakilannya, menegaskan bahwa vaksin ini berpotensi menjadi inovasi penting untuk mempercepat perlindungan masyarakat, terutama anak. BPOM telah menerbitkan persetujuan uji klinis sejak Agustus 2025 dan akan melakukan pengawasan melalui inspeksi Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB).

Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi dalam penelitian multinasional bersama Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Penelitian ini dikoordinasikan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo sebagai leading site, dengan dukungan IMERI FKUI sebagai laboratorium referensi, serta melibatkan empat puskesmas di DKI Jakarta. Setelah melewati fase 1 dan 2 pada subjek dewasa, uji klinis kini memasuki fase 3 yang akan berlangsung selama lima tahun dan melibatkan lebih dari 10.000 partisipan sehat berusia 2–17 tahun di beberapa negara. Seluruh tahapan dilakukan sesuai regulasi dan standar CUKB, serta diawasi komite etik.

Peneliti Utama, Dr. Mulya Rahma Karyanti, menyampaikan bahwa anak-anak merupakan kelompok dengan risiko paling tinggi mengalami komplikasi dengue. Indonesia sendiri mencatat kontribusi kasus dengue tertinggi di Asia Tenggara. Sebanyak 1.000 responden di Indonesia akan terlibat dan dipilih melalui seleksi ketat disertai persetujuan orang tua serta pemantauan medis berkelanjutan. Ia berharap penelitian ini dapat menghasilkan data valid mengenai keamanan dan efikasi vaksin dosis tunggal bagi masyarakat Indonesia.

Managing Director MSD Indonesia, George Stylianou, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan solusi kesehatan untuk mengatasi ancaman dengue yang terus meningkat. Ia menyatakan bahwa MSD bekerja dengan penuh urgensi untuk menghadirkan inovasi vaksin yang dapat memberikan perlindungan bagi jutaan orang.

Pelaksanaan uji klinis ini menjadi simbol kolaborasi strategis antara pemerintah, akademisi, industri, dan regulator dalam memperkuat riset nasional dan mempercepat akses masyarakat terhadap inovasi kesehatan, khususnya vaksin dengue yang lebih relevan dan efisien untuk masa depan.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Vaksin #BPOM #uji klinis #Dengue