Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Miliki Rekam Jejak Panjang, Jejaring Luas dan Dukungan Mayoritas, Arly Dondokambey Kian Dekat Nahkodai KTNA Sulut

Jendry Dahar • Sabtu, 6 Desember 2025 | 16:45 WIB

 

Photo
Photo


MANADOPOST.ID—Kontestasi pemilihan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sulawesi Utara (Sulut) kian dekat.

 

Nama Arly Henry Dondokambey terus melesat sebagai figur paling potensial memimpin organisasi yang menaungi para petani dan nelayan Bumi Nyiur Melambai. Dalam pelaksanaan rembug KTNA yang segera berlangsung, Arly telah didapuk sebagai ketua panitia. Sinyal indikasi kuat dukungan pengurus pusat mengarah kepadanya.

 

Dengan pengalaman panjang, jejaring nasional, kontribusi inovatif, serta kedekatan dengan komunitas tani dan nelayan, banyak pihak menyebut peluang Arly memimpin KTNA Sulut begitu besar.

 

Informasi yang beredar di internal KTNA menyebut Arly telah mengantongi mayoritas pemilik suara, baik dari KTNA kabupaten/kota maupun organisasi yang berafiliasi. Sejumlah tokoh tani dan nelayan juga menyatakan dukungan secara terbuka. Dukungan dari tingkat akar rumput hingga pemangku kebijakan turut mengalir, termasuk dari Gubernur Sulut yang dalam beberapa kesempatan menyebut Arly sebagai figur yang “memiliki rekam jejak komplet dan dapat menjembatani kebutuhan petani dan nelayan dengan pemerintah dan dunia usaha.”

 

Arly bukan sosok yang tiba-tiba hadir di dunia pertanian dan kelautan. Ia lahir dari rahim keluarga petani dan tumbuh besar dalam lingkungan pertanian. Pria asal Desa Suwaan, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara (Minut), 28 Desember 1980 itu ,sejak kecil sudah diajak ayahnya turun langsung ke kebun. Dari ladang, ia ditempa untuk mengenal karakter tanah, musim, hingga hasil panen, sebuah pengalaman yang menempa pemahaman teknis dan emosionalnya tentang dunia pertanian.

 

Bukan hanya bergaul dengan petani, Arly juga dikenal dekat dengan komunitas nelayan. Jejaringnya merentang luas mulai dari kelompok tani, kelompok nelayan, stakeholder pemerintah, hingga kalangan kementerian. Tak berhenti di Sulut, ia telah berkeliling Indonesia mempelajari berbagai model pertanian dan pengembangan perikanan membawa pulang pengetahuan untuk mengadaptasi yang terbaik bagi Sulut.

 

Arly bukan hanya aktivis, tetapi juga pengusaha yang bergerak di bidang pertanian. Jejaring yang dibangunnya selama puluhan tahun berfungsi sebagai jembatan untuk mempermudah akses permodalan, pemasaran, hingga kemitraan bagi para petani dan nelayan.

 

Kontribusinya ikut tercatat dalam inovasi varietas perkebunan kelapa Genja Jinggah Ganda yang diakui resmi oleh Kementerian Pertanian. Atas terobosan tersebut, ia pula yang menginisiasi pemberian penghargaan satyalencana dari Presiden RI kepada Bupati Minahasa Utara Joune Ganda yang diserahkan Menteri Pertanian. Sebuah langkah yang memperlihatkan komitmennya memajukan sektor pertanian daerah lewat kolaborasi lintas elemen.

 

 

Rekam jejak Arly dalam organisasi sulit disaingi. Ia memegang banyak jabatan strategis, di antaranya:

 

1. Pengurus KTNA Nasional 2021–2026 (Bidang Kemitraan dan Advokasi)

2. Pengurus KTNA Provinsi Sulut – Koordinator Perbenihan 2018–2023

3. Ketua KTNA Kabupaten Minahasa Utara 2021–2026

4. Ketua Masyarakat Agribisnis Jagung Sulut 2016–2021

5. Ketua Perkumpulan Petani Kelapa Sulut 2017–2022

6. Ketua Himpunan Peternak Sapi Potong Sulut 2017–2021

7. Ketua Pemuda Tani Sulawesi Utara 2023–sekarang

8. Ketua Duta Petani Milenial 2021–2026

 

Rentetan pengalaman tersebut membuat Arly merupakan “perpaduan antara akademik lapangan, jejaring kelembagaan, dan kedekatan emosional dengan petani dan nelayan.”

 

Saat ditemui dalam agenda persiapan rembug KTNA, Arly tak menampik menguatnya dorongan agar dirinya memimpin KTNA Sulut. Namun ia menegaskan, fokus utamanya adalah memperjuangkan kesejahteraan petani dan nelayan.

 

“Kalau teman-teman memberikan kepercayaan, bagi saya itu amanah. KTNA harus menjadi rumah besar yang benar-benar memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan, bukan sekadar organisasi seremonial. Kita harus terhubung ke pasar, teknologi, dan kebijakan pemerintah agar kesejahteraan bukan hanya slogan,” tegasnya.

 

“Saya lahir, tumbuh, dan hidup bersama petani dan nelayan. Mereka bukan hanya binaan saya mereka adalah keluarga. Selama Tuhan percayakan hidup, saya akan terus bekerja untuk mereka.”

 

Di luar kesibukan organisasi dan bisnis, Arly seorang ayah dari dua putra dan aktif dalam pelayanan gereja. Karakter rendah hati, mudah bergaul, dan tidak menjaga jarak dengan masyarakat menjadi alasan mengapa ia begitu diterima di kalangan akar rumput. (jen)

Editor : Angel Rumeen