Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Turunkan Kolesterol Jahat Sekarang, Cegah Serangan Jantung dan Stroke!

Amelia Beatrix • Rabu, 10 Desember 2025 | 21:56 WIB

dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Pharmaceutical Indonesia.
dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Pharmaceutical Indonesia.

MANADOPOST.IDKolesterol jahat (LDL-C) yang tinggi menjadi salah satu faktor utama penyebab penyakit jantung dan stroke, dua penyakit kardiovaskular yang mendominasi daftar penyebab kematian di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, sekitar 800.000 orang meninggal setiap tahun akibat penyakit jantung dan stroke. WHO juga mencatat stroke, penyakit jantung iskemik, dan hipertensi jantung sebagai penyebab kematian utama di tanah air.

LDL-C dikenal sebagai kolesterol jahat karena memiliki kecenderungan menumpuk di dinding pembuluh darah. Penumpukan ini dapat memicu inflamasi dan penyempitan pembuluh darah, yang mempersulit aliran darah dan meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan komplikasi kardiovaskular lainnya. Kadar LDL-C tinggi juga sering disertai dengan faktor risiko lain, seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan gaya hidup tidak sehat, yang semakin memperbesar peluang terjadinya serangan jantung atau stroke.

Selain itu, pasien dislipidemia sering mengalami kesulitan mencapai target pengendalian LDL-C. Menurunkan LDL-C secara konsisten sejak dini terbukti dapat menurunkan risiko kardiovaskular hingga 20–25% untuk setiap penurunan 40 mg/dL, ujar dr. Stella Melisa, Chief Medical Officer Daewoong Indonesia. “Menurunkan LDL-C sedini mungkin dan menjaga kadar tetap rendah adalah strategi paling efektif untuk mencegah penyakit kardiovaskular, terutama bagi pasien berisiko tinggi,” tambahnya.

Penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung iskemik, berkembang secara bertahap. Penumpukan plak kolesterol di arteri dapat berlangsung selama bertahun-tahun tanpa gejala jelas, sehingga deteksi dini dan pengelolaan LDL-C menjadi kunci pencegahan. Terapi farmakologis, kombinasi gaya hidup sehat, olahraga, dan diet seimbang merupakan langkah penting untuk menjaga pembuluh darah tetap sehat dan menekan risiko komplikasi serius.

Acara talk show kesehatan di Rumah Sakit Medistra ini menekankan bahwa pengendalian kolesterol jahat bukan sekadar mencapai target sementara, tetapi perlu pengelolaan berkelanjutan untuk mencegah risiko serangan jantung dan stroke di masa depan.(ame)

Editor : Amelia Beatrix
#Daewoong #LDL dan HDL #penyakit jantung #pengobatan #RS Medistra