Ilustrasi penjual gas elpiji. Foto: jpnnMANADOPOST.ID – PT. Pertamina Sulawesi Utara dan Gorontalo menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan LPG dan penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal tersebut dikatakan Sales Branch Manager Pertamina Rayon III Sulawesi Utara dan Gorontalo, Sandi Saryanto, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu kemarin. “Distribusi LPG 3 Kg di wilayah Kota Kotamobagu disuplai oleh SPBE Mulia Bakti dengan jarak sekitar 2 Km, tidak terdapat kendala penyaluran dalam bentuk apapun. Penyaluran berjalan dengan lancar dan seluruh LO milik Agen Kotamobagu tersalurkan dengan lancar,” ujarnya, Kamis (6/5/2021). Dari hasil survey dan pemantauan pihak Pertamina, secara acak terhadap beberapa pangkalan semua berjalan sesuai mekanisme, dan semua pangkalan masih tersedia LPG 3 Kg untuk dibeli masyarakat. “Dari pantauan kami, di pangkalan tersedia LPG untuk dibeli masyarakat, tidak ada kelangkaan. Untuk harganya resmi sesuai HET adalah Rp. 18.000. Tidak ada indikasi pangkalan menjual harga di atas HET,” tambahnya. Dia juga manambahkan, suplai elpiji oleh SPBE dilaksanakan 3 kali setiap minggu sesuai jadwal. Selain gas elpiji subsidi 3 Kg untuk masyarakat miskin, juga tersedia gas LPG non subsidi (Bright Gas). “Pertamina juga menyediakan gas non subsidi, kami menghimbau ASN/TNI/Polri serta masyarakat mampu untuk dapat menggunakan ini, agar subsidi tepat sasaran,” tutupnya. (yusuf/iswan) Editor : Iswan Buka