Dalam arahannya, Wali Kota Wenny Gaib menegaskan bahwa tema pembangunan Kotamobagu tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan inovasi ekonomi dan transformasi digital untuk meningkatkan daya saing daerah. “Pembangunan tahun 2026 diarahkan pada pengembangan sektor-sektor ekonomi yang berbasis inovasi dan teknologi digital. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat UMKM, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Wali Kota.
Ia menambahkan, transformasi digital bukan sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan agar Kotamobagu dapat terus beradaptasi dengan perubahan zaman dan tuntutan global.
Musrenbang RKPD ini turut dihadiri oleh unsur Forkopimda, pimpinan DPRD Kotamobagu, para kepala OPD, camat, lurah dan sangadi, serta tokoh masyarakat dan pelaku dunia usaha. Dalam forum ini, para peserta membahas berbagai usulan program dan kegiatan prioritas yang akan menjadi dasar penyusunan RKPD tahun 2026.
Selain fokus pada inovasi dan digitalisasi, sejumlah isu strategis juga menjadi perhatian dalam Musrenbang ini, di antaranya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta pengendalian inflasi daerah. Melalui forum ini, Pemkot berharap dapat menyusun rencana pembangunan yang aspiratif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. “Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan persepsi lintas sektor dalam rangka membangun Kotamobagu yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Wali Kota Wenny Gaib.
Musrenbang ini dihadiri Wakil Ketua DPRD Jusran Mokolanot, Dandim Bolmong Letkol Inf Fahmil Harris SIP, Kepala Kejari Kotamobagu Elwin Khahar SH MH Wakapolres Kotamobagu Kompol Romel Pontoh, Sekretaris Kotamobagu Sofyan Mokoginta serta tokoh masyarakar, pelaku usaha dan pimpinan perangkat kerja daerah. (*)