Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Tumbuhan Baru Asal Paraguay, Menghasilkan Ratusan Miliar, Obat Diabetes hingga Kecantikan

Filip Kapantow • Rabu, 9 Juni 2021 | 20:19 WIB
Panen perdana tanaman Stevia di Desa Tontimomor, Kakas Barat, Provinsi Sulawesi Utara yang melibatkan pemerintah provinsi dan investor asal Korea. (foto: istimewa)
Panen perdana tanaman Stevia di Desa Tontimomor, Kakas Barat, Provinsi Sulawesi Utara yang melibatkan pemerintah provinsi dan investor asal Korea. (foto: istimewa)
MANADOPOST.ID - Kabar gembira bagi petani di Sulawesi Utara (Sulut). Sekarang hadir di Bumi Nyiur Melambai, tumbuhan baru asal Paraguay, America Latin. Namanya Stevia dengan nama latin Stevia Rebaudiana. Terinformasi tanaman herbal mirip Kemangi mulai tumbuh subur di Desa Tontimomor, Kakas Barat, Kabupaten Minahasa. Bahkan mulai panen dan mulai diperkenalkan kepada masyarakat setempat, Rabu (9/6/2021).  
Informasi yang dirangkum Manado Post, tumbuhan dengan 167 spesies ini akan dibudidayakan dikarenakan banyak khasiat yang terkandung dalam tumbuhan herbal pengganti gula rendah kalori. Di mana gula umumnya dihasilkan dari sari tebu yang mulai berkurang produksinya.   “Sevia juga bisa masuk industri food and baverage makanan dan minuman, kue, roti, es krim dan lain-lain. Kemudian bisa untuk kesehatan misalnya mengontrol diabetes. Bisa juga untuk industri kecantikan untuk anti aging. Sedangkan di Sulawesi Utara kita fokus dari Kabupaten Minahasa. Sudah ada MoU kerjasama antara PT Bejana Kasih Sempurna dan Kum Sang Korea dan Setia Farms Korea, bahwa seluruh yang ditanam oleh siapapun harus dibeli oleh mereka (Kum Sang Korea). Karena bibit dari mereka semua,” beber Chief Executive Officer PT Bejana Kasih Sempurna Oktavianus Minanga kepada Manado Post.   Lantas bagaimana omzet yang bisa dihasilkan dari budidaya tanaman sevia?, Oktavianus Minanga membeber, satu kali ditanam Sevia bisa berproduksi selama enam tahun. Di mana satu kali dipanen bisa menghasilkan empat ton kering. “Satu kali panen sekitar 35 sampai 40 hari itu 4 ton kering. Kalau dia saya beli ratenya Rp 14 ribu 1 USD (dollar). Berarti setiap 35 hari petani bisa dapat Rp 56 juta. Delapan kali (panen) dalam setahun harusnya Rp 448 juta. Tapi namanya makhluk hidup kalau dikelola dengan baik,” beber Minanga. (greg/vip) Editor : Filip Kapantow
#PT Bejana Kasih Sempurna #Kabupaten Minahasa #Setia Farms Korea #America Latin #Sulut #Menghasilkan Ratusan Miliar #Panen perdana tanaman sevia di Desa Tontimomor #Chief Executive Officer PT Bejana Kasih Sempurna Oktavianus Minanga #Oktavianus Minanga #Obat Diabetes hingga Kecantikan #Stevia Rebaudiana #Kakas Barat #Kum Sang Korea #Tumbuhan Baru Asal Paraguay #Minahasa #Provinsi Sulawesi Utara #Desa Tontimomor