Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Menyaksikan Keajaiban, Ritual Yadnya Kasada Suku Tengger di Gunung Bromo

Nur Fadilah • Kamis, 4 Juli 2024 | 09:46 WIB

Warga berebut sesajen yang dilempar masyarakat Suku Tengger ke kawah Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur.
Warga berebut sesajen yang dilempar masyarakat Suku Tengger ke kawah Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur.

MANADOPOST.ID
-Gunung Bromo, 4 Juli 2024 Setiap tahun, suku Tengger di Gunung Bromo menggelar sebuah upacara sakral yang telah diwariskan turun-temurun: Ritual Yadnya Kasada.

Perayaan ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan dari seluruh penjuru dunia yang ingin menyaksikan keunikan dan kesakralan tradisi tersebut.

Asal Usul Ritual Yadnya Kasada

Ritual Yadnya Kasada memiliki akar sejarah yang kuat dan merupakan perwujudan dari kepercayaan dan penghormatan suku Tengger kepada leluhur mereka.

Upacara ini diyakini telah ada sejak abad ke-15, dimulai pada masa Kerajaan Majapahit.

Legenda menceritakan tentang Roro Anteng dan Joko Seger, pasangan suami istri yang menjadi leluhur suku Tengger.

Setelah bertahun-tahun menikah tanpa memiliki keturunan, mereka berdoa kepada dewa-dewa Gunung Bromo.

Doa mereka dikabulkan dengan syarat bahwa anak bungsu mereka harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo sebagai tanda syukur.

Prosesi Ritual yang Menawan

Puncak dari Ritual Yadnya Kasada adalah prosesi persembahan yang dilakukan di kawah Gunung Bromo.

Masyarakat suku Tengger membawa berbagai hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, hingga ternak, sebagai simbol pengorbanan dan rasa syukur mereka.

Persembahan tersebut kemudian dilemparkan ke dalam kawah Gunung Bromo.

Meskipun upacara ini memiliki makna spiritual yang dalam, banyak wisatawan yang tertarik untuk menyaksikan langsung prosesi ini, menjadikannya sebagai daya tarik utama wisata budaya di kawasan tersebut.

Makna dan Nilai yang Terkandung

Bagi suku Tengger, Ritual Yadnya Kasada bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol persatuan, kerukunan, dan penghormatan kepada leluhur serta alam semesta.

Mereka meyakini bahwa dengan melaksanakan ritual ini, mereka mendapatkan berkah dan perlindungan dari leluhur.

Selain itu, ritual ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial di antara anggota komunitas suku Tengger.

Atraksi Wisata yang Memikat

Selain menyaksikan prosesi ritual, wisatawan yang datang ke Gunung Bromo juga dapat menikmati keindahan alam yang luar biasa.

Panorama matahari terbit di Gunung Bromo menjadi momen yang ditunggu-tunggu, memberikan pengalaman magis yang sulit dilupakan.

Tidak hanya itu, berbagai atraksi budaya dan seni tradisional suku Tengger juga ditampilkan, menambah kekayaan pengalaman wisata budaya di daerah tersebut.

Pelestarian Tradisi di Tengah Modernisasi

Di tengah arus modernisasi, suku Tengger tetap menjaga keaslian dan kesakralan Ritual Yadnya Kasada.

Pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait turut berperan dalam melestarikan tradisi ini, sehingga tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Upaya pelestarian ini tidak hanya melibatkan masyarakat lokal, tetapi juga didukung oleh berbagai komunitas dan organisasi yang peduli terhadap kebudayaan.

"Ritual Yadnya Kasada di Gunung Bromo merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga.

Melalui tradisi ini, suku Tengger tidak hanya menunjukkan rasa syukur mereka kepada alam dan leluhur, tetapi juga mengajak dunia untuk menghargai dan melestarikan kebudayaan yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan sosial.

Bagi siapa saja yang berkesempatan menyaksikan langsung, Ritual Yadnya Kasada akan menjadi pengalaman yang mengesankan dan penuh makna.(*)

Editor : Nur Fadilah
#ritual #tradisi #Jawa Timur #suku tengger #gunung bromo