Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kain Tenun dalam Kehidupan Sehari-Hari Suku Sasak

Priska Watung • Selasa, 16 Juli 2024 | 15:42 WIB
Kain Tenun Desa Sade, Lombok (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)
Kain Tenun Desa Sade, Lombok (wonderfulimages.kemenparekraf.go.id)

MANADOPOST.ID- Desa Sade, atau Sade Village, adalah salah satu desa di Pulau Lombok yang dihuni oleh penduduk asli suku Sasak. Desa ini menawarkan pengalaman belajar tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Sasak dan menyaksikan proses pembuatan kain tenun tradisional yang indah.

Bagi masyarakat suku Sasak, keterampilan menenun adalah bagian penting dari tradisi dan ada aturan adat bahwa seorang perempuan Sasak tidak boleh menikah jika belum bisa menenun.

Proses pembuatan kain tenun di Desa Sade, sangat tradisional. Mulai dari pemintalan kapas menjadi benang, pewarnaan benang dengan bahan alami, hingga proses penenunan menggunakan alat tenun dari kayu dan bambu. Pembuatan kain sepanjang dua meter bisa memakan waktu antara dua minggu hingga tiga bulan, tergantung pada tingkat kerumitan polanya.

Para penenun di Desa Sade adalah wanita, mulai dari yang tua sampai yang muda. Bahkan, ada anak-anak yang belum berumur 10 tahun sudah belajar menenun. Proses menenun ini dilakukan secara bergantian di antara aktivitas sehari-hari. Pakaian yang digunakan oleh penduduk desa pun merupakan pakaian tradisional yang biasanya dipakai saat acara tertentu, tetapi di desa ini, pakaian tradisional digunakan sehari-hari.

Desa Sade tidak hanya menawarkan keindahan kain tenun, tetapi juga pengalaman yang mendalam tentang tradisi dan budaya suku Sasak yang masih dijaga hingga kini. 

Editor : Tanya Rompas
#desa sade lombok #pulau lombok #Suku Sasak Lombok #songket khas ntb #tenun