MANADOPOST.ID--Memendam perasaan adalah kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang, baik karena merasa tidak nyaman untuk berbicara, takut dianggap lemah, atau tidak ingin membebani orang lain dengan masalah pribadi. Namun, kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental, salah satunya adalah resiko depresi.
Saat seseorang memendam perasaan, terutama perasaan negatif seperti marah, sedih, atau kecewa, emosi-emosi tersebut tidak hilang begitu saja. Sebaliknya, emosi yang tidak diungkapkan dapat menumpuk dan menciptakan tekanan batin.
Memendam perasaan dapat menyebabkan stres dan kecemasan yang terus-menerus. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu berbagai masalah kesehatan mental.
Orang yang memendam perasaan sering mengalami gangguan tidur, seperti insomnia. Kurangnya tidur berkualitas dapat memperburuk kondisi mental dan fisik.
Ketika seseorang enggan mengungkapkan perasaannya, mereka cenderung menarik diri dari interaksi sosial, merasa kesepian, dan terisolasi. Isolasi sosial ini dapat memperparah perasaan depresi.
Memendam perasaan sering kali disertai dengan pikiran negatif tentang diri sendiri. Hal ini bisa mengakibatkan penurunan harga diri dan perasaan tidak berdaya.
Perasaan yang terpendam harus diungkapkan. Pengungkapan ini bisa dimulai dari orang orang terdekat seperti pasangan, anggota keluarga, atau sahabat. Dengan menceritakannya beban emosional menjadi ringan.
Bisa juga menggunakan bantuan professional seperti seorang konselor. Atau melakukan aktivitas relaksasi seperti yoga dan meditasi. Nah yang tidak biasa melakukan aktivitas relaksasi dapat juga melakukan aktivitas fisik seperti olah raga dan kegiatan rekreatif (nonton film, jalan-jalan). Ini dapat meredakan ledakan emosi yang membebani di hati. (*)
Editor : Clavel Lukas