MANADOPOST.ID--Cara menanam buah naga dalam pot agar cepat berbuah di halaman rumah. Buah naga merupakan buah tropis yang memiliki banyak khasiat dan nilai gizi yang cukup tinggi. Hal ini membuat buah naga banyak digemari oleh masyarakat. Daripada membelinya, banyak orang mulai menanam langsung di halaman rumah. Tertarik untuk menanamnya di rumah?
Pertama, pilih jenis buah naga yang akan ditanam. Di Indonesia, terdapat enam jenis buah naga yaitu merah, putih, super merah, kuning, oranye, dan hitam. Kebanyakan orang biasanya menanam buah naga merah dan putih, sedangkan buah naga kuning adalah yang paling mahal dan berukuran kecil.
Jika kamu mencari yang mudah ditanam, maka buah naga merah bisa menjadi pilihan yang tepat. Pilih bibit buah naga yang bagus, minimal bertunas 4, berumur dua bulan atau lebih, dengan tinggi tunas minimal 50 cm dan lebih baik lagi jika 80 cm. Pastikan bibit berwarna hijau sehat dan bebas dari tanda-tanda penyakit. Sebaiknya, pilih bibit dari indukan yang sudah berbuah minimal tiga kali.
Langkah berikutnya adalah persiapan menanam buah naga. Pohon buah naga biasanya berumur cukup panjang, hingga 20 tahun dengan perawatan yang tepat. Pohon buah naga mulai berbuah saat berusia sekitar 10 bulan.
Agar cepat berbuah, perhatikan beberapa hal berikut: pilih lokasi tanah yang mendapat sinar matahari cukup dan bersih dari rumput. Buah naga adalah jenis tumbuhan kaktus yang menyimpan air di batangnya, sehingga lokasi yang terlalu basah dan kurang sinar matahari dapat menyebabkan busuk batang.
Buah naga cocok untuk ditanam di daerah dengan ketinggian nol hingga 350 meter di atas permukaan laut dan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Buatlah tiang panjatan untuk menopang batang dan dahan buah naga, bisa dari batang pohon randu atau balok kayu yang kuat dan tahan lama, dengan tinggi antara 150 hingga 200 cm, disesuaikan dengan besar pot.
Setelah persiapan lokasi dan tiang panjatan selesai, langkah berikutnya adalah menanam buah naga di dalam pot. Media tanam yang sesuai terdiri dari campuran pasir, tanah, pupuk kandang, dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1.
Tambahkan juga bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit atau kapur pertanian sebanyak 100 gram, lalu campurkan rata dengan media tanam. Siram media tanam dengan air hingga jenuh dan biarkan selama sehari semalam.
Tanam bibit buah naga di sekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, namun jangan terlalu dalam agar pertumbuhan tetap optimal. Setelah ditanam, tekan-tekan media tanam agar bibit tidak mudah roboh, lalu siram dengan air. Letakkan tanaman buah naga di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.
Fase berikutnya adalah memelihara tanaman buah naga. Pemeliharaan ini meliputi pemupukan, pemangkasan, penjarangan, hingga pemindahan pot jika sudah waktunya. Untuk pemupukan, berikan pupuk majemuk yang mengandung fosfor dan kalium tinggi, seperti NPK 15-15-15, dengan dosis 50 gram per pot.
Tambahkan pupuk kandang guna meningkatkan kadar bahan organik pada media tanam, diikuti dengan penyiraman pada pagi atau sore hari. Selain itu, lakukan pemupukan daun saat tanaman mulai mengeluarkan bunga.
Pemangkasan dahan bertujuan untuk membentuk cabang baru yang produktif, sebaiknya dilakukan sejak tanaman berumur dua hingga tiga bulan. Jaga tinggi tanaman agar tidak lebih dari 140 hingga 170 cm, dan pelihara tiga hingga empat cabang produktif.
Setelah buah naga dalam pot mulai berbunga, lakukan penjarangan bunga untuk mengoptimalkan perkembangan buah. Sisakan dua bunga yang berjarak 30 cm satu sama lain pada setiap cabang. Buah naga merah biasanya berbuah pada bulan ke-8.
Tanda buah naga siap panen adalah ukurannya yang mencapai 400 hingga 700 gram, dengan warna merah penuh. Jarak antara bunga dan buah biasanya sekitar 35 hari. Memanen buah naga tepat waktu penting untuk menjaga kualitas buah. Itulah cara menanam buah naga untuk pemula yang bisa kamu coba di rumah.
Editor : Clavel Lukas