MANADOPOST.ID--Koma adalah kondisi tidak sadar yang paling dalam, yang disebabkan oleh gangguan di otak. Namun, jika kita menganggap orang koma itu otaknya tidak aktif, jawabannya ternyata tidak.
Faktanya, alat pemindai otak menunjukkan bahwa neuron dalam otak tetap aktif dan bekerja, meskipun yang mereka alami sangat berbeda dari orang yang sedang tidur.
Lebih mirip dengan kondisi orang yang dibius total, artinya mereka masih bisa mendengar, tetapi otaknya tidak bisa memproses atau merespons apapun.
Orang yang mengalami koma disebabkan oleh berbagai faktor, seperti cedera otak traumatis, stroke, overdosis obat, infeksi, kurangnya oksigen, kejang berulang, tumor otak, keracunan dan gangguan metabolik.
Apakah orang yang baru sadar dari koma bisa mengingat kejadian yang ia alami? Jawabannya bisa jadi ada dua: ada orang yang merasakan kehadiran orang-orang terdekat, tetapi ada juga yang tidak ingat sama sekali. Ini tergantung pada seberapa parah kondisinya. Ada dua jaringan utama pengatur kesadaran di otak yang terganggu.
Batang otak yang tugasnya mengatur respons dasar tubuh tetap berfungsi, tetapi sangat minimal. Inilah alasan mengapa ketika kita menyentuh atau memukul orang koma, mereka tidak akan bangun, hanya meninggalkan luka di bagian itu saja.
Ada banyak cara untuk membuat orang koma kembali sadar, tetapi itu sangat tergantung pada seberapa parah kerusakan otak yang dialami.
Waktu koma bisa berbeda-beda, dari hitungan hari bahkan sampai tahunan. Meskipun kelihatannya mustahil, ada kasus di mana seorang pembalap hebat yang kecelakaan saat bermain ski koma selama enam bulan, atau kasus langka di mana seorang perempuan terbangun setelah puluhan tahun tidak sadar.
Walaupun orang koma bisa menerima sinyal suara atau sentuhan, mereka tetap tidak bisa memproses atau merespons sinyal tersebut.
Meskipun peluangnya kecil, sinyal-sinyal dukungan berupa bunyi suara atau sentuhan bisa saja sampai ke otak mereka dan memberikan peluang untuk bangun dari koma yang panjang. (*)
Editor : Clavel Lukas