Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Langkah-Langkah Menanam Buncis, Dari Persiapan hingga Pemanenan

Alfianne Lumantow • Jumat, 2 Agustus 2024 | 19:44 WIB

Ilustrasi Berkebun. (/Schmarlotte Schmilman/Pinterest)
Ilustrasi Berkebun. (/Schmarlotte Schmilman/Pinterest)

MANADOPOST.ID--Buncis merupakan salah satu sayuran yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Selain kaya akan nutrisi, buncis juga memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Menanam buncis ternyata tidak sulit, bahkan bisa dilakukan di lahan terbatas seperti pekarangan rumah. Berikut adalah panduan praktis cara menanam buncis yang mudah dan produktif.

Langkah pertama dalam menanam buncis adalah mempersiapkan lahan. Pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari penuh, karena buncis memerlukan banyak cahaya untuk tumbuh optimal.

Gemburkan tanah dengan cara dicangkul sedalam 20-30 cm dan campurkan dengan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah.

Pilih bibit buncis yang berkualitas dari varietas unggul yang tahan penyakit. Bibit buncis biasanya dapat dibeli di toko pertanian atau pasar.

Bibit buncis sebaiknya direndam dalam air hangat selama 6-8 jam sebelum ditanam untuk mempercepat proses perkecambahan.

Buatlah lubang tanam dengan kedalaman sekitar 2-3 cm dan jarak antar lubang sekitar 30 cm. Masukkan 1-2 biji bibit ke dalam setiap lubang dan tutup dengan tanah tipis.

Setelah bibit ditanam, lakukan penyiraman secara rutin setiap pagi dan sore hari untuk menjaga kelembapan tanah.

Hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan bibit busuk. Saat tanaman mulai tumbuh, pasang ajir atau tongkat penyangga untuk membantu tanaman buncis merambat. Ajir bisa dibuat dari bambu atau kayu dengan panjang sekitar 1,5-2 meter.

Pemupukan lanjutan dilakukan dengan memberikan pupuk NPK atau pupuk organik setiap 2-3 minggu sekali. Pemupukan ini penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan pembentukan buah.

Buncis rentan terhadap serangan hama seperti kutu daun, ulat, dan kumbang. Gunakan insektisida nabati atau pestisida organik untuk mengendalikan hama secara aman. Selain itu, pastikan tanaman mendapatkan sirkulasi udara yang baik dengan menjaga jarak tanam yang cukup.

Pengendalian penyakit juga perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan dan membuang bagian tanaman yang terinfeksi. Penyiraman yang tepat dan pemupukan seimbang dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit.

Buncis bisa mulai dipanen setelah 45-60 hari sejak penanaman, tergantung pada varietas dan kondisi lingkungan. Panen dilakukan dengan cara memetik buah yang masih muda dan segar. Jangan menunggu buah terlalu tua karena akan mempengaruhi kualitas dan rasa.

Panen buncis sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah embun mengering untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Lakukan pemetikan secara berkala setiap 2-3 hari sekali untuk menjaga tanaman tetap produktif. Dengan mengikuti panduan ini, diharapkan para petani dan penghobi bercocok tanam dapat menanam buncis dengan mudah dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Menanam buncis tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga kontribusi terhadap keberlanjutan pangan dan kesehatan keluarga.

Editor : Clavel Lukas
#buncis #Menanam