MANADOPOST.ID-- Jagung dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi tanah yang subur, kaya bahan organik, dan sinar matahari yang cukup.
Langkah pertama dalam menanam jagung adalah memilih bibit berkualitas. Bibit yang baik bisa diperoleh dari kios pertanian, atau dipilih dari tanaman jagung yang sehat dan bebas dari hama serta penyakit.
Selain memilih bibit unggul, petani juga perlu melakukan perlakuan benih dengan insektisida dan fungisida untuk mencegah penyakit dan serangan hama. Setelah itu, langkah berikutnya adalah menyiapkan tanah yang gembur sebagai media tanam.
Tanah yang baik untuk jagung harus bersih dari sisa tanaman lama dan rerumputan, serta memiliki drainase yang baik. Pengapuran mungkin diperlukan untuk menurunkan tingkat keasaman tanah, dengan pH ideal antara 5,5 dan 7,0.
Setelah menyiapkan lahan, penanaman jagung dilakukan dengan membuat lubang sedalam 5 cm dan memberikan jarak antar tanaman sekitar 25 cm. Untuk varietas jagung besar, jarak tanam yang ideal adalah 90x60 cm, sementara untuk varietas kecil, jarak tanam sekitar 80x40 cm.
Benih yang telah ditanam harus ditutup tipis-tipis dengan bokashi dan segera disiram, terutama jika penanaman dilakukan pada musim kemarau. Penyiraman secara rutin sangat penting selama periode perkecambahan, yang biasanya berlangsung antara 7 hingga 14 hari.
Selain itu, perawatan juga diperlukan untuk membersihkan lahan dari gulma dan memberikan pupuk yang cukup agar tanaman tumbuh dengan baik.
Pemupukan dilakukan dalam tiga tahap: pertama saat tanaman berusia 15 hari, kedua saat berusia 35 hari, dan terakhir saat tanaman berusia 50 hari.
Komposisi pupuk yang digunakan mencakup ZA, SP, dan urea, yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pada setiap tahap pertumbuhannya. Setelah itu, perawatan rutin seperti pembumbunan dan pembersihan gulma harus dilakukan hingga jagung siap dipanen.
Jagung biasanya bisa dipanen setelah berusia sekitar 105 hari, tergantung varietasnya. Tanda-tanda jagung siap panen meliputi 80% daun yang sudah kering, klobot yang mengering, dan biji jagung yang padat serta mengkilap.
Dengan mengikuti panduan ini, petani dapat meningkatkan hasil panen dan meraih keuntungan yang optimal.
Editor : Clavel Lukas