Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dari Era 90-an hingga Kini: Bagaimana Standar Kecantikan di Indonesia Berubah

Jasinta Bolang • Kamis, 15 Agustus 2024 | 23:54 WIB
Kecantikan Wanita Indonesia
Kecantikan Wanita Indonesia

MANADOPOST.ID - Standar kecantikan di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dari waktu ke waktu. Dari era tradisional hingga modern, berbagai faktor seperti media, industri fashion, dan globalisasi telah mempengaruhi persepsi kecantikan. Artikel ini akan membahas evolusi standar kecantikan di Indonesia dari era 90-an hingga masa kini.

Era 90-an

Pada era 90-an, standar kecantikan di Indonesia sangat dipengaruhi oleh model dengan kulit putih dan rambut panjang. Media massa seperti majalah dan televisi sering menampilkan sosok wanita dengan ciri-ciri tersebut sebagai simbol kecantikan.

Supermodel internasional seperti Cindy Crawford dan Naomi Campbell juga memberikan pengaruh besar, di mana banyak wanita Indonesia yang mengidolakan dan meniru gaya mereka. Selain itu, iklan produk kecantikan sering kali menonjolkan kulit putih sebagai standar kecantikan yang ideal.

Tahun 2000-an

Memasuki tahun 2000-an, globalisasi mulai mempengaruhi standar kecantikan di Indonesia. Model dengan wajah bule dan ciri-ciri fisik yang lebih internasional mulai mendominasi industri fashion.

Tren kecantikan juga mengalami perubahan, seperti rambut pendek yang lebih praktis dan kulit tan yang dianggap lebih eksotis. Pengaruh budaya pop dari Barat, seperti film dan musik, juga turut membentuk persepsi kecantikan di kalangan generasi muda.

Masa Kini

Di era modern, standar kecantikan di Indonesia menjadi lebih inklusif dan beragam. Media sosial memainkan peran besar dalam mendefinisikan kecantikan, di mana selebriti dan influencer dengan berbagai latar belakang dan penampilan mendapatkan pengakuan.

Kampanye kecantikan yang menekankan pada penerimaan diri dan keragaman juga semakin populer. Selain itu, produk kecantikan lokal yang menonjolkan keunikan budaya Indonesia mulai mendapatkan tempat di hati konsumen.

Evolusi standar kecantikan di Indonesia menunjukkan bahwa persepsi kecantikan terus berkembang dan menjadi lebih inklusif. Penting bagi kita untuk terus mendukung keragaman dan menerima kecantikan dalam berbagai bentuk. (*)

Editor : Tanya Rompas
##Indonesia ##kecantikan ##wanita