Penemuan ini, yang dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), membawa harapan baru untuk menangani masalah sampah plastik yang terus meningkat secara global. Dengan kemampuan mengurai plastik dalam hitungan jam hingga hari, enzim ini dapat menjadi solusi kunci dalam upaya pengurangan limbah plastik dan daur ulang yang lebih efisien.
Plastik PET digunakan secara luas dalam pembuatan botol minuman, pakaian poliester, dan kemasan makanan. Namun, meskipun banyak digunakan, plastik ini sangat sulit terurai secara alami, membutuhkan waktu ratusan tahun untuk sepenuhnya terdegradasi.
Akibatnya, limbah plastik PET menjadi salah satu ancaman lingkungan terbesar di dunia, mencemari lautan, tanah, dan mempengaruhi kehidupan satwa liar.
Tim peneliti memulai dengan mengkaji enzim yang secara alami ditemukan pada bakteri Ideonella sakaiensis, yang memiliki kemampuan untuk mendegradasi PET. Dengan menggunakan teknik rekayasa protein, mereka berhasil memodifikasi enzim tersebut menjadi versi yang lebih efektif dan cepat dalam memecah rantai polimer PET menjadi monomer-monomer yang dapat digunakan kembali.
Dalam uji coba laboratorium, enzim yang telah direkayasa ini mampu mengurai plastik PET menjadi komponen-komponennya dalam waktu kurang dari 24 jam, sebuah kemajuan signifikan dibandingkan dengan proses alami yang bisa memakan waktu ratusan tahun. Selain itu, monomer yang dihasilkan dapat digunakan untuk membuat plastik PET baru tanpa kehilangan kualitas, sehingga memungkinkan daur ulang yang berkelanjutan.
Penemuan enzim ini menawarkan solusi potensial untuk masalah limbah plastik global. Dengan pengembangan lebih lanjut, enzim ini dapat digunakan dalam fasilitas daur ulang di seluruh dunia, mengurangi jumlah plastik yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan lingkungan. Meski masih dalam tahap awal pengujian skala besar, keberhasilan ini menunjukkan langkah penting menuju pengelolaan limbah plastik yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penemuan ini nyata dan berdampak besar pada upaya global untuk mengatasi krisis lingkungan yang disebabkan oleh limbah plastik. Bagaimana pendapat Anda?
Editor : Grand Regar