Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Micin atau Monosodium Glutamat, Fakta dan Mitos tentang Penyedap Rasa

Deiby Rotinsulu • Selasa, 27 Agustus 2024 | 19:30 WIB

MANADOPOST.ID-Micin, atau yang lebih dikenal sebagai monosodium glutamat (MSG), adalah penyedap rasa yang terbuat dari fermentasi sumber karbohidrat. MSG berbentuk kristal berwarna putih dan tidak berbau.

Ilustrasi micin
Ilustrasi micin
Berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan oleh PubMed Central pada tahun 2016, disebutkan bahwa rasa umami dalam micin dapat menginduksi sekresi air liur dan meningkatkan cita rasa makanan.

Meskipun menjadi bahan penyedap rasa yang umum digunakan, micin sering kali dikatakan sebagai salah satu bumbu dapur yang berbahaya dan tidak sehat jika dikonsumsi. Reputasi micin yang disebut memiliki efek tidak baik untuk kesehatan manusia bermula ketika seorang dokter berkebangsaan Cina-Amerika bernama Robert Homan Kwok menulis surat kepada New England Journal of Medicine, yang menyebut bahwa ia merasa sakit setelah mengonsumsi makanan Cina yang mengandung micin. Hal ini memicu banyak informasi dan penelitian yang salah tentang MSG.

Namun, pada tahun 2019, terdapat ulasan yang diterbitkan oleh PubMed yang mempertanyakan keakuratan penelitian sebelumnya karena sejumlah faktor. Di antaranya, sejumlah penelitian mengklaim bahwa MSG dapat menyebabkan toksisitas otak karena meningkatkan kadar glutamat yang berlebihan di otak, yang merangsang sel saraf secara berlebihan dan kemudian mengakibatkan kematian sel. Namun, ada pula penelitian yang menyebut bahwa diet glutamat dalam jumlah besar tidak akan berpengaruh pada otak karena hampir tidak ada glutamat yang berpindah dari usus ke dalam darah atau melewati penghalang otak.

Faktanya, setelah dicerna, micin akan dimetabolisme di usus dan dimanfaatkan sebagai sumber energi serta digunakan dalam produksi senyawa bioaktif. Meskipun dianggap aman, sejumlah orang mungkin mengalami efek samping tertentu setelah mengonsumsi MSG, karena suatu kondisi yang disebut MSG Symptom Complex (MSC). Efek tersebut dapat ditandai dengan gejala seperti lemas, pusing, sakit kepala, mati rasa, sulit bernapas, hingga hilang kesadaran. Gejala ini biasanya muncul pada orang yang sensitif dan mengonsumsi 3 gram MSG atau lebih. Perlu diingat, 3 gram MSG merupakan dosis yang sangat tinggi, sedangkan dalam satu porsi makanan, kandungan MSG di dalamnya biasanya tidak lebih dari setengah gram. Maka dari itu, sangat tidak mungkin seseorang mengonsumsi 3 gram MSG sekaligus.

Editor : Grand Regar
#micin