Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Waspadai Bahaya Ayam Tiren, Kenali Ciri-Ciri Ini Sebelum Membeli Daging Ayam

Tesalonika Pontororing • Rabu, 28 Agustus 2024 | 15:06 WIB
Ilustrasi Ayam. (Freepik)
Ilustrasi Ayam. (Freepik)

MANADOPOST.ID--Daging ayam merupakan salah satu pilihan favorit masyarakat Indonesia, baik digoreng, ditumis, maupun diolah dalam berbagai kreasi lainnya. Namun, memilih daging ayam yang aman untuk dikonsumsi bukanlah perkara mudah. Di tengah maraknya pedagang nakal yang menjual ayam tiren (ayam mati kemarin) atau daging ayam bangkai, konsumen harus semakin waspada.

Ayam tiren adalah daging ayam yang berasal dari ayam yang sudah mati sebelum disembelih, dan konsumsi daging ini dapat membawa risiko serius bagi kesehatan, bahkan bisa menyebabkan kematian. Baru-baru ini, beberapa penelitian menunjukkan bahwa daging ayam yang tidak sehat juga dapat menjadi salah satu pemicu kanker.

Nanung Danar Dono, PhD, Direktur Halal Center Fakultas Peternakan UGM, menjelaskan bahwa setidaknya ada delapan ciri ayam tiren yang perlu diwaspadai:

Warna Kulit: Kulit ayam sehat berwarna kuning muda segar, sementara kulit ayam tiren berwarna putih kelabu dan kusam.

Tekstur Kulit: Ayam sehat memiliki kulit yang halus dan lembut dengan pori-pori bekas cabutan bulu yang menutup rapat. Sebaliknya, kulit ayam tiren terasa kasar dengan pori-pori yang tidak menutup rapat.

Sendi-Sendi Ayam: Sendi ayam sehat terasa lentur dan elastis saat ditekuk, sementara sendi ayam tiren terasa kaku dan tidak elastis.

Warna Daging: Daging ayam sehat berwarna merah muda segar, menandakan bahwa darah keluar maksimal saat penyembelihan. Daging ayam tiren berwarna merah tua kecokelatan karena darah tidak keluar dengan baik.

Tekstur Daging: Saat ditekan, daging ayam sehat kembali ke posisi semula dengan elastisitas yang baik. Daging ayam tiren cenderung cekung, lebam, dan tidak elastis.

Harga: Ayam sehat dijual dengan harga normal, sedangkan ayam tiren biasanya dijual dengan harga sangat murah, bahkan bisa kurang dari separuh harga normal.

Aroma: Daging ayam sehat memiliki aroma yang normal, sementara ayam tiren berbau busuk akibat darah yang tidak keluar dan menjadi tempat berkembang biaknya bakteri pembusuk.

Bekas Sembelihan: Bekas sembelihan pada ayam sehat terlihat terbuka lebar, sementara pada ayam tiren, bekas sembelihan tampak sempit dan sangat rapi, seperti bekas guntingan.

Mengenali ciri-ciri ayam tiren sangat penting untuk menghindari risiko kesehatan yang berbahaya. Mulai sekarang, pastikan Anda lebih teliti dalam memilih daging ayam untuk memastikan keamanan konsumsi bagi keluarga.

Editor : Clavel Lukas
#tiren #Ayam