Hidangan ini dikenal karena cara memasaknya yang unik, yaitu dengan menggunakan bambu dan dibakar, mirip dengan lemang di beberapa daerah lain di Indonesia.
Bahan utama dari nasi jaha terbuat dari campuran beras ketan dan santan. Beras ketan yang digunakan biasanya dicampur dengan santan untuk memberikan tekstur yang lembut dan gurih.
Kemudian diberi tambahan bumbu rempah seperti jahe (yang menjadi asal nama "Jaha"), bawang putih, dan garam untuk menambah rasa gurih dan aroma harum pada nasi.
Prosesnya untuk dimasak beras ketan yang sudah dicampur santan dan bumbu dimasukkan ke dalam ruas bambu, kemudian bambu tersebut dibakar di atas bara api hingga nasi matang. Tahap pembakaran ini memberikan aroma khas dari bambu.
Nasi jaha sering disajikan pada acara-acara adat, perayaan, atau pesta keluarga di Minahasa. Biasanya dimakan bersama lauk pauk seperti ayam rica-rica, ikan bakar, atau daging babi, tergantung acara dan selera. Selain menjadi bagian penting dari budaya kuliner Minahasa, Nasi Jaha juga menjadi simbol kebersamaan dalam acara-acara adat atau keagamaan.
Masakan ini memiliki daya tarik tersendiri karena tidak hanya lezat, tetapi juga melibatkan teknik memasak tradisional yang mencerminkan warisan budaya Minahasa.(***)
Editor : Tanya Rompas