MANADOPOST.ID - Generasi Z, yang tumbuh di era digital, memiliki pendekatan unik dalam menggunakan media sosial.
Salah satu fenomena menarik di Instagram adalah penggunaan dua akun – first account dan second account – serta fitur Close Friends. Kedua pendekatan ini menunjukkan bagaimana Gen Z mengelola privasi mereka di dunia digital yang serba terbuka.
Mengapa memiliki dua akun atau fitur Close Friends ini menjadi begitu penting bagi mereka?
Menjaga Kehidupan Publik dan Pribadi Tetap Terpisah
Memiliki dua akun di Instagram, yaitu first account dan second account, memungkinkan Gen Z untuk memisahkan persona publik dari kehidupan pribadi.
First account biasanya digunakan untuk memposting konten yang lebih estetis, strategis, dan dipoles dengan baik, seolah-olah menjadi ‘wajah’ mereka yang ditampilkan kepada dunia.
Ini bisa termasuk foto-foto yang diambil dengan baik, dipoles dengan filter yang tepat, dan disesuaikan dengan tren.
Di sisi lain, second account atau akun kedua adalah tempat di mana mereka merasa lebih bebas. Di sini, mereka bisa menjadi lebih autentik, santai, dan bahkan ‘konyol’.
Second account seringkali hanya diikuti oleh lingkaran kecil teman dekat, yang membuat mereka merasa aman untuk berbagi momen yang tidak akan mereka posting di first account. Hal ini mencerminkan pentingnya ruang pribadi di dunia digital bagi Gen Z.
Fitur Close Friends: Privasi Tanpa Kehilangan Interaksi
Tidak semua Gen Z memilih untuk memiliki dua akun. Sebagai gantinya, beberapa memanfaatkan fitur Close Friends di first account mereka. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berbagi konten dengan kelompok yang lebih terbatas tanpa harus mempostingnya untuk semua pengikut. Dengan kata lain, mereka bisa menjaga privasi di akun utama mereka tanpa harus membuat akun kedua.
Fitur Close Friends ini sangat bermanfaat bagi mereka yang ingin tetap menjaga keseimbangan antara kehidupan publik dan pribadi, terutama bagi yang memiliki banyak followers di akun utama.
Mereka tetap bisa memposting momen-momen yang lebih intim atau pribadi hanya kepada teman-teman yang mereka percayai, tanpa harus memperlihatkannya kepada khalayak yang lebih luas.
Tekanan Sosial dan Kesehatan Mental
Salah satu alasan mengapa Gen Z sangat peduli dengan pengelolaan privasi di media sosial adalah karena meningkatnya tekanan sosial yang mereka hadapi. Di satu sisi, mereka merasa perlu untuk menunjukkan citra diri yang positif dan sesuai dengan standar sosial di media sosial.
Di sisi lain, mereka juga sadar bahwa terlalu banyak berbagi bisa menimbulkan konsekuensi negatif, baik itu dari segi penilaian orang lain maupun dampak terhadap kesehatan mental mereka sendiri.
Dengan memiliki second account atau menggunakan fitur Close Friends, mereka bisa mengurangi tekanan untuk tampil 'sempurna' di media sosial, dan lebih fokus pada hubungan autentik dengan teman-teman dekat.
Ini menjadi cara mereka menjaga keseimbangan antara citra diri yang ditampilkan ke publik dan sisi pribadi yang lebih tenang.
Kontrol atas Kehadiran Digital
Pada akhirnya, baik memiliki dua akun maupun menggunakan fitur Close Friends, semuanya tentang mengambil kendali atas kehadiran digital. Gen Z sangat sadar akan pentingnya menjaga identitas mereka di dunia maya, tetapi mereka juga ingin melakukannya dengan cara yang tidak mengorbankan privasi mereka.
Dengan cara ini, mereka bisa tetap aktif di media sosial sambil tetap menjaga kendali atas informasi yang mereka bagikan.
Memiliki dua akun Instagram atau memanfaatkan fitur Close Friends adalah cara cerdas yang digunakan oleh Gen Z untuk mengelola kehidupan pribadi dan publik mereka di media sosial.
Ini bukan hanya soal berbagi konten, tetapi juga tentang menjaga privasi, mengurangi tekanan sosial, dan mengambil kendali penuh atas bagaimana mereka menampilkan diri di dunia digital. (jas)
Editor : Tanya Rompas