Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mengapa Dengkuran Bisa Jadi Gangguan, dan Apakah Itu Tanda Bahaya?

Fandy Gerungan • Selasa, 17 September 2024 | 21:56 WIB
Ilustrasi Tidur. (Bing)
Ilustrasi Tidur. (Bing)

MANADOPOST.ID--Apakah Anda sering mendengkur keras hingga mengganggu tidur orang di sekitar Anda, bahkan mungkin tetangga sebelah? Jika iya, Anda mungkin sering merasa bersalah, atau setidaknya bingung tentang asal muasal suara legendaris ini.

Dengkuran adalah fenomena yang umum terjadi saat kita tidur, dan meskipun sering dianggap sepele, dengkuran bisa menjadi tanda dari masalah kesehatan yang lebih serius.

Dengkuran terjadi ketika aliran udara melalui mulut atau hidung terganggu saat kita tidur. Saat tidur, otot-otot di tubuh kita, termasuk otot di tenggorokan dan mulut, menjadi lebih rileks. Otot yang rileks ini menyebabkan jalan napas kita menyempit.

Ketika udara melewati jalan napas yang sempit ini, jaringan di tenggorokan yang sedang rileks mulai bergetar. Inilah yang menyebabkan suara khas dengkuran.

Suara ini mungkin terdengar seperti lagu romantis bagi sebagian orang, namun bagi yang mendengarnya sepanjang malam, ini bisa jadi mimpi buruk. Tetangga atau pasangan yang tidur bersama sering kali bangun dalam keadaan murka karena terganggu oleh dengkuran keras. Selain menjadi gangguan bagi orang lain, dengkuran juga bisa menandakan adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.

Dengkuran sebagai Tanda Bahaya: Sleep Apnea
Meskipun banyak orang menganggap dengkuran hanya sebagai gangguan kecil, itu bisa menjadi gejala dari kondisi serius yang dikenal sebagai Sleep Apnea.

Sleep Apnea adalah gangguan tidur di mana pernapasan seseorang sering terhenti dan dimulai kembali selama tidur. Orang yang mengalami Sleep Apnea seringkali kekurangan oksigen karena pernapasan mereka terganggu berkali-kali sepanjang malam.

Kondisi ini sangat berbahaya jika tidak ditangani, karena dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan bahkan kematian mendadak saat tidur.

Dengkuran keras yang diikuti oleh henti napas sesaat bisa menjadi tanda utama Sleep Apnea, terutama jika Anda sering merasa lelah atau mengantuk pada siang hari meskipun sudah tidur semalaman.

Apa yang Harus Dilakukan?
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mendengkur keras, penting untuk mencari tahu penyebabnya. Berikut adalah beberapa solusi sederhana yang bisa dicoba:

1. Ubah Posisi Tidur

Tidur dalam posisi terlentang dapat memperburuk dengkuran. Cobalah tidur dengan posisi miring untuk membuka jalan napas.

2. Perbaiki Kebiasaan Hidup

Merokok, minum alkohol, atau memiliki berat badan berlebih dapat memperburuk dengkuran. Mengurangi kebiasaan ini dapat membantu.

3. Gunakan Alat Bantu Tidur

Ada alat bantu seperti bantal khusus atau penyangga mulut yang dapat membantu mengurangi dengkuran.

4. Konsultasi dengan Dokter

Jika dengkuran Anda disertai dengan henti napas atau gejala Sleep Apnea, segera temui dokter. Perawatan medis seperti Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) mungkin diperlukan.

Meskipun tetangga mungkin akhirnya dapat menerima nasib mereka karena mendengar dengkuran setiap malam, kesehatan Anda harus tetap menjadi prioritas.

Jangan abaikan tanda-tanda yang muncul. Dengkuran mungkin terdengar seperti hal kecil, namun di balik suara legendaris tersebut bisa tersembunyi masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian.(*)

Sumber: Youtube Kok Bisa?

Editor : Clavel Lukas
#mendengkur