MANADOPOST.ID – Di era digital yang serba cepat, inovasi dalam pelayanan kesehatan semakin diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu terobosan terbaru datang dari dua mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer Universitas Klabat, Andre Tamboto dan Vincentius Manibuy, yang berhasil merancang sebuah chatbot cerdas berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat memberikan informasi kesehatan dan gizi pada anak bayi secara interaktif dan real-time.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka stunting di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 24,4%, menunjukkan pentingnya asupan gizi yang seimbang bagi bayi.
Meskipun informasi tentang kesehatan dan gizi anak bayi dapat diakses melalui berbagai media, sering kali informasi tersebut sulit dipahami atau terlalu umum.
Orang tua membutuhkan solusi yang cepat, tepat, dan mudah digunakan untuk memastikan anak mereka tumbuh sehat.
Sebagian besar aplikasi kesehatan memerlukan interaksi manual, memakan waktu, dan seringkali tidak memberikan informasi real-time yang relevan.
Selain itu, layanan kesehatan digital seperti konsultasi dengan dokter melalui aplikasi umumnya memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Hal ini menimbulkan tantangan besar bagi orang tua dalam mengakses informasi kesehatan dan gizi yang akurat dan tepat waktu.
Dengan memanfaatkan teknologi terbaru, Tamboto dan Manibuy menghadirkan chatbot yang menggunakan OpenAI GPT-3 sebagai otaknya, dipadukan dengan Vector Embedding Database sebagai sumber pengetahuannya.
Teknologi ini memungkinkan chatbot untuk memberikan jawaban yang cerdas, akurat, dan disesuaikan dengan pertanyaan pengguna.
Berbeda dengan chatbot konvensional yang menggunakan pencarian berbasis kata kunci, chatbot ini mengandalkan pencarian semantik, yang memampukan sistem untuk memahami konteks dan makna dari pertanyaan pengguna.
Ini membuat interaksi dengan chatbot terasa lebih natural dan memberikan pengalaman seperti berbicara dengan ahli gizi bayi.
Sistem ini dibangun dengan beberapa komponen utama, termasuk Flask untuk backend, React Native untuk frontend mobile, dan MySQL untuk pengelolaan data pengguna.
Integrasi API GPT-3 dari OpenAI memastikan bahwa chatbot mampu memproses bahasa alami, memberikan jawaban dengan cepat, dan terus belajar dari setiap interaksi yang dilakukan.
Yang paling inovatif dari aplikasi ini adalah penggunaan Vector Embedding Database untuk menyimpan data kesehatan bayi.
Teknologi ini memungkinkan chatbot mencari informasi dengan cara yang lebih canggih, memanfaatkan representasi data dalam bentuk vektor untuk membandingkan dan mencocokkan jawaban yang paling sesuai dengan pertanyaan pengguna.
Aplikasi ini tidak hanya mempermudah orang tua dalam mendapatkan informasi kesehatan dan gizi bayi, tetapi juga mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi angka stunting dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, solusi ini dirancang untuk memberikan kontribusi kepada dunia medis, memberikan akses lebih merata ke informasi kesehatan, terutama di daerah terpencil.
"Melalui inovasi ini, kami berharap bisa memberikan solusi nyata untuk masalah yang sering dihadapi orang tua dalam mengakses informasi gizi bayi. Ini adalah langkah awal untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat," ungkap Semmy W. Taju, S.Kom., M.S., Ph.D, dosen pembimbing yang mengawasi penelitian ini.
Editor : Clavel Lukas