Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Mengapa Indonesia Menggunakan Kode +62? Begini Sejarah dan Fungsinya dalam Komunikasi Lintas Negara

Tesalonika Pontororing • Rabu, 9 Oktober 2024 | 14:22 WIB
Ilustrasi Telepon. (Bing)
Ilustrasi Telepon. (Bing)

MANADOPOST.ID- Sebagian besar masyarakat Indonesia sudah akrab dengan istilah "negara +62," yang sering digunakan di dunia maya sebagai julukan untuk Indonesia.

Kode +62 ini sendiri merupakan kode telepon internasional yang secara resmi digunakan oleh negara ini. Namun, tidak semua orang tahu sejarah di balik penetapan kode tersebut, yang sudah ada sejak beberapa dekade lalu.

Pada 27 Juli 2021, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjelaskan melalui unggahan di Instagram bahwa kode negara +62 bukan sekadar angka acak atau hasil cocoklogi seperti beberapa orang sering berspekulasi.

“Sudahi cocoklogimu 17 + 45 = 62. Cukup cocoklogi zodiak aja, kode negara jangan. Minfo mau cerita sedikit sejarah +62 yang diperoleh Indonesia," tulis Kominfo dalam pesannya.

Sejarah kode telepon ini bermula dari upaya internasional untuk menyederhanakan komunikasi lintas negara. Pada tahun 1960, International Telecommunication Union (ITU) menerbitkan buku panduan bernama Red Book, yang memuat daftar kode telepon yang diatur secara global. Buku ini berisi 50 nomor yang dialokasikan sebagai kode negara berbasis dua digit.

Empat tahun kemudian, ITU merilis Blue Book, yang memperkenalkan pembagian negara-negara di dunia ke dalam sembilan zona kode telepon. Pembagian ini bertujuan untuk memfasilitasi konektivitas antar negara dengan lebih efisien.

Zona tersebut diwakili oleh digit pertama dari kode telepon, di mana Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya berada di Zona 6. Indonesia mendapatkan kode +62, sementara negara tetangga seperti Malaysia diberi kode +60, Filipina +63, dan Singapura +65.

Penggunaan kode ini penting untuk memastikan bahwa panggilan internasional dapat dialihkan ke negara yang tepat. ITU berperan sebagai pengatur sistem ini secara global.

Selain itu, tanda plus (+) di awal kode juga memiliki fungsi krusial, karena menandakan bahwa nomor tersebut merupakan kode telepon internasional, berbeda dari angka biasa.

Melalui penjelasan ini, menjadi lebih jelas bahwa kode +62 bukan sekadar simbol, tetapi bagian dari sistem global yang memungkinkan warga Indonesia berkomunikasi dengan negara lain. Kominfo menegaskan, “Jika menggunakan kode 0 maka jangkauannya hanya di Indonesia saja. Tapi +62 membuatmu bisa berkomunikasi lintas negara.”

Dengan adanya sistem yang diatur dengan rapi ini, warga Indonesia bisa menikmati layanan telekomunikasi yang lebih mudah dan efisien ketika harus terhubung dengan dunia internasional.

Editor : Clavel Lukas
#Kominfo #telepon #+62