Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pluto, Planet yang Kehilangan Gelarnya

Fandy Gerungan • Rabu, 16 Oktober 2024 | 12:45 WIB
Ilustrasi Ruang Angkasa. (Bing)
Ilustrasi Ruang Angkasa. (Bing)

MANADOPOST.ID--Selama bertahun-tahun, Pluto dikenal sebagai planet kesembilan dalam tata surya kita. Namun, pada tahun 2006, status Pluto mengalami perubahan yang mengejutkan: ia "diturunkan" menjadi planet kerdil. Lantas, apa sebenarnya alasan di balik perubahan status ini?.

Keputusan untuk mengubah status Pluto ini diambil oleh International Astronomical Union (IAU) setelah perdebatan panjang dan mendalam.

Menurut definisi baru yang ditetapkan IAU, sebuah objek langit dapat disebut planet jika memenuhi kriteria berikut.

1. Mengorbit Matahari

Objek tersebut harus mengorbit Matahari sebagai bintang pusatnya.

2. Memiliki bentuk yang hampir bulat

Gaya gravitasi objek tersebut harus cukup kuat untuk menarik dirinya sendiri menjadi bentuk yang hampir bulat.

2. Memiliki orbit yang "bersih"

Objek tersebut harus mampu membersihkan lingkungan di sekitar orbitnya dari benda-benda langit lainnya.

Pluto Gagal Memenuhi Kriteria Ketiga

Pluto dengan mudah memenuhi dua kriteria pertama. Namun, masalah muncul pada kriteria ketiga. Orbit Pluto terletak di Sabuk Kuiper, sebuah wilayah yang dipenuhi oleh ribuan objek es kecil.

Pluto tidak memiliki gravitasi yang cukup kuat untuk "menyingkirkan" objek-objek lain di sekitarnya. Sebaliknya, orbit Pluto seringkali terpengaruh oleh gravitasi Neptunus dan objek-objek lain di Sabuk Kuiper.

Perubahan status Pluto memicu perdebatan sengit di kalangan ilmuwan dan masyarakat umum. Beberapa orang merasa bahwa keputusan IAU terlalu sewenang-wenang, sementara yang lain menganggapnya sebagai langkah maju dalam pemahaman kita tentang tata surya.

Meskipun tidak lagi disebut planet, Pluto tetap menjadi objek yang menarik untuk dipelajari. Misi New Horizons yang diluncurkan oleh NASA pada tahun 2006 telah memberikan kita pandangan yang lebih dekat tentang Pluto dan bulan-bulannya.

Data yang diperoleh dari misi ini telah membantu para ilmuwan untuk memahami lebih lanjut tentang pembentukan dan evolusi tata surya.

Pluto kehilangan statusnya sebagai planet karena tidak memenuhi kriteria ketiga yang ditetapkan oleh IAU.

Keputusan ini mungkin kontroversial, namun telah memicu diskusi yang menarik tentang definisi planet dan membantu kita untuk lebih menghargai keragaman objek-objek langit di tata surya kita. (*)

Sumber: Youtube Kok Bisa?

Editor : Clavel Lukas
#pluto