Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sama-sama Daerah Kutub, Kenapa Antartika Lebih Dingin dari Arktik?

Fandy Gerungan • Selasa, 5 November 2024 | 11:13 WIB
Ilustrasi Antartika. (Bing)
Ilustrasi Antartika. (Bing)

MANADOPOST.ID--Arktik, terletak di Kutub Utara, Arktik adalah samudra yang dikelilingi oleh daratan dari negara-negara seperti Rusia, Kanada, Norwegia, dan Alaska.

Lapisan es di Arktik mengapung di atas laut, sehingga ada pengaruh suhu dari perairan di bawah es tersebut.

Berbeda dengan Arktik, Antartika adalah benua yang padat di Kutub Selatan, terdiri dari tanah dan pegunungan yang diselimuti lapisan es sangat tebal.

Dengan lapisan tanah di bawah esnya, Antartika tidak mendapat penghangatan dari air laut seperti di Arktik.

1. Ketinggian Daratan yang Lebih Tinggi

Salah satu alasan utama Antartika jauh lebih dingin adalah karena ketinggian daratannya. Antartika merupakan benua tertinggi di dunia dengan ketinggian rata-rata sekitar 2.500 meter di atas permukaan laut. Di titik tertingginya, ketinggian bahkan bisa mencapai lebih dari 4.000 meter.

Ketinggian yang tinggi ini menyebabkan suhu menjadi lebih dingin, karena semakin tinggi suatu tempat, semakin rendah pula suhunya. Sebaliknya, Arktik adalah wilayah samudra yang permukaannya lebih rendah, sehingga tidak sedingin Antartika.

2. Pengaruh Laut yang Lebih Besar di Arktik

Wilayah Arktik dikelilingi oleh daratan dan didominasi oleh Samudra Arktik. Lautan memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan panas lebih baik daripada daratan, sehingga suhu di Arktik lebih stabil dan cenderung “lebih hangat” dibandingkan Antartika. Air laut yang mengalir di bawah es Arktik membantu mencegah suhu turun drastis seperti di Antartika.

Di sisi lain, Antartika adalah benua yang tidak dikelilingi oleh lautan terbuka yang dapat menahan panas. Aliran angin dingin bebas bergerak tanpa ada pengaruh laut yang berarti, membuat suhu di Antartika sangat ekstrem.

3. Distribusi Matahari yang Berbeda

Posisi Arktik dan Antartika juga memengaruhi cara matahari menyinari kedua wilayah. Selama musim dingin di masing-masing kutub, kedua wilayah mengalami malam yang panjang tanpa sinar matahari.

Namun, saat musim panas, Arktik memiliki sedikit lebih banyak waktu untuk menerima sinar matahari langsung dibandingkan Antartika. Meski sama-sama wilayah kutub, perbedaan sudut kemiringan Bumi membuat Antartika menerima lebih sedikit radiasi matahari.

4. Kondisi Atmosfer yang Berbeda

Lapisan atmosfer di Antartika memiliki lapisan awan yang lebih tipis dibandingkan Arktik, sehingga tidak banyak uap air yang dapat menyerap dan memantulkan kembali radiasi panas ke permukaan. Hal ini menjadikan suhu di Antartika lebih rendah, karena panas cepat terlepas ke angkasa tanpa banyak terperangkap di atmosfer.

Sebaliknya, di Arktik, awan dan uap air di atmosfer sedikit lebih banyak karena pengaruh laut. Uap air tersebut membantu mempertahankan panas, membuat suhu di Arktik tidak turun terlalu ekstrem.

Jadi, meskipun keduanya adalah wilayah kutub, beberapa faktor membuat Antartika lebih dingin daripada Arktik. Faktor-faktor seperti ketinggian daratan, pengaruh lautan, distribusi matahari, dan kondisi atmosfer semuanya berperan dalam membuat Antartika menjadi wilayah paling dingin di Bumi. (*)

Editor : Clavel Lukas
#antartika #Arktik #kutub