MANADOPOST.ID – Menanam cabe rawit kini semakin digemari, baik di polybag kecil maupun lahan luas. Namun, tantangan terbesar para petani dan pecinta cabe adalah bagaimana membuat tanaman cabe rawit berbuah lebat. Kabar baiknya, ada metode mudah dan terbukti efektif.
Pemangkasan Pucuk untuk Merangsang Pertumbuhan Buah
Salah satu cara utama agar tanaman cabe berbuah lebat adalah melakukan pruning atau pemangkasan pucuk.
Teknik ini dilakukan saat tanaman berusia 15-20 hari setelah pindah tanam, saat batang sudah kuat dan akar menyatu sempurna dengan tanah. Potong ujung batang dengan hati-hati menggunakan gunting steril untuk merangsang pertumbuhan tunas baru yang lebih produktif.
Manfaat Air Rendaman Kulit Bawang
Setelah pemangkasan, tanaman perlu mendapatkan asupan nutrisi tambahan. Salah satu bahan alami yang direkomendasikan adalah air rendaman kulit bawang.
Rendaman ini kaya hormon alami yang membantu pertumbuhan akar, batang, dan tunas. Aplikasikan cairan ini setiap lima hari sekali dengan menyemprotkan pada tanaman di sore hari untuk hasil terbaik.
Pentingnya Perempelan Tunas Baru
Ketika tunas baru mulai tumbuh, lakukan perempelan dengan menyisakan empat hingga lima tunas terbaik. Langkah ini memastikan nutrisi fokus ke tunas produktif sehingga menghasilkan lebih banyak buah.
Gabungkan perawatan ini dengan aplikasi rutin rendaman kulit bawang untuk mendukung proses pembungaan dan pembuahan.
Tambahkan Micin untuk Pembuahan Maksimal
Memasuki fase generatif atau pembungaan, tambahkan satu sendok makan micin ke dalam satu liter air rendaman kulit bawang.
Nutrisi tambahan ini membantu mempercepat pembuahan, memperkuat bunga, dan mencegah kerontokan. Lakukan penyemprotan secara rutin setiap lima hari sekali.
Dengan metode sederhana seperti pemangkasan pucuk, penggunaan bahan organik, dan perawatan rutin, tanaman cabe akan menghasilkan buah melimpah. Teknik ini cocok diaplikasikan pada tanaman cabe di polybag maupun lahan besar.
Editor : Clavel Lukas