Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Serangan Jamur Peronospora Destructor pada Bawang Merah: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Alfianne Lumantow • Jumat, 13 Desember 2024 | 12:06 WIB

Manfaat Bawang Merah bagi Kesehatan dan Cara Konsumsi yang Tepat
Manfaat Bawang Merah bagi Kesehatan dan Cara Konsumsi yang Tepat

MANADOPOST.ID - Petani bawang merah kini menghadapi ancaman serius dari jamur Peronospora destructor, penyebab penyakit embun bulu. Penyakit ini tidak hanya menyerang daun, tetapi juga dapat merusak umbi, menyebabkan busuk, dan menurunkan hasil panen secara signifikan.

Gejala Serangan Embun Bulu pada Bawang Merah
Tanaman yang terserang menunjukkan daun mengkerut, pucat kekuningan, hingga mengering menjadi putih. Serangan parah dapat menyebar ke umbi, membuatnya membusuk.

Pada usia 36 hari setelah tanam (HST), bawang merah rentan terhadap serangan ini, terutama saat memasuki fase generatif, di mana daya tahan tanaman cenderung menurun.

Pencegahan Penyebaran Jamur ke Area Lain
Pencegahan dini sangat penting untuk menghindari penyebaran ke bedeng lain. Jika gejala ditemukan di satu bedeng, segera lakukan aplikasi fungisida untuk menghentikan penyebaran.

Di beberapa lokasi yang aman, tanaman tetap sehat, umbi terlihat besar, bersih, dan berwarna hijau muda yang segar.

Langkah Penanganan Jamur Embun Bulu
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan petani untuk mengatasi Peronospora destructor:

1. Aplikasi Fungisida Kombinasi
Gunakan fungisida berbahan aktif klorotalonil dan simoksanil, seperti Santanil, yang efektif melawan jamur golongan oomycetes.

Campurkan fungisida dengan kalsium higros, yang tidak menyebabkan hidrolisis karena larutannya bersifat asam lemah. Campuran ini dapat memperkuat daya tahan tanaman dan melindungi dari kerusakan lebih lanjut.

o Dosis:
 Santanil: 36 gram (3 sendok makan) untuk tangki 18 liter.
 Higros: 2 sendok makan per tangki.
o Aplikasi dilakukan merata pada daun dan umbi tanaman yang terinfeksi.

2. Pemantauan Rutin
Selalu pantau kondisi tanaman, terutama di fase generatif. Serangan jamur harus segera diidentifikasi dan ditangani untuk mencegah kerusakan menyeluruh.

3. Pupuk Pendukung
Selain fungisida, berikan pupuk pendukung yang mengandung kalsium untuk memperbaiki struktur daun dan menguatkan tanaman dari dalam.

Hasil yang Diharapkan
Dengan aplikasi rutin, penyakit embun bulu dapat terkendali, tanaman bawang merah kembali sehat, dan umbi tumbuh besar serta berkualitas tinggi. Pencegahan dini juga memastikan keberlangsungan panen di area lain tetap optimal.

Tetaplah konsisten dalam merawat tanaman bawang merah. Jangan lalai dalam memantau kondisi tanaman, terutama saat cuaca lembab yang mendukung pertumbuhan jamur. Dengan langkah-langkah ini, petani dapat menjaga hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Semoga panen berkah dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat luas.

Editor : Clavel Lukas
#Bawang Merah