Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Sejarah dan Makna Spiritual dalam Ritual Tangsin Cap Goh Meh

Fandy Gerungan • Kamis, 30 Januari 2025 | 13:21 WIB
Dokumentasi Cap Go Meh di Manado Tahun 2023
Dokumentasi Cap Go Meh di Manado Tahun 2023

MANADOPOST.ID--Cap Goh Meh bukan sekadar perayaan penutup Tahun Baru Imlek, tetapi juga sebuah ajang spiritual yang sarat dengan makna. Salah satu ritual yang paling menarik dan penuh misteri dalam perayaan ini adalah Ritual Tangsin.

Ritual ini dikenal sebagai prosesi spiritual di mana seseorang yang dianggap memiliki kekuatan supranatural akan menjadi medium bagi roh dewa dan melakukan tindakan ekstrem seperti melukai diri sendiri tanpa merasa sakit.

Ritual Tangsin berasal dari tradisi keagamaan Taoisme dan Budha yang berkembang di Tiongkok. Kata Tangsin sendiri berarti "tubuh dewa" dalam dialek Hokkien, yang mengacu pada seseorang yang menjadi medium atau perantara roh dewa dalam prosesi keagamaan. Kepercayaan ini berkembang di komunitas Tionghoa perantauan, termasuk di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

Dipercaya bahwa ritual ini telah ada sejak zaman Dinasti Ming (1368–1644) dan Dinasti Qing (1644–1912). Pada masa itu, ritual ini dilakukan sebagai bentuk pengorbanan dan doa untuk keselamatan, kesembuhan, serta keberuntungan. Para Tangsin dipercaya dapat mengusir roh jahat dan membawa berkah bagi masyarakat yang menyaksikan atau berpartisipasi dalam prosesi ini.

Ritual Tangsin diawali dengan serangkaian doa dan meditasi untuk mempersiapkan tubuh medium sebelum ia dimasuki roh dewa. Beberapa tahapan utama dalam ritual ini antara lain:

1. Pemanggilan Roh Dewa

Sebelum memulai prosesi, Tangsin akan memasuki keadaan trance dengan bantuan doa, dupa, dan mantra khusus. Dalam kondisi ini, diyakini bahwa roh dewa turun dan merasuki tubuh sang medium.

2. Tindakan Ekstrem sebagai Bukti Kekuatan Spiritual

Setelah dirasuki roh dewa, Tangsin akan melakukan berbagai tindakan ekstrem seperti:
- Menusuk pipi, lidah, atau tubuh dengan benda tajam seperti pedang atau jarum panjang.
- Berjalan di atas bara api.
- Memukul diri sendiri dengan cambuk atau benda keras.
- Menusukkan kawat atau paku ke tubuh tanpa merasakan sakit.

3. Pemberian Berkah kepada Masyarakat

Setelah menjalani prosesi, Tangsin akan memberikan berkah kepada para pengunjung dengan cara menyentuh mereka atau memberikan air suci. Dipercaya bahwa berkah ini dapat membawa keberuntungan, kesembuhan, dan perlindungan dari roh jahat.

Bagi masyarakat Tionghoa, ritual Tangsin bukan hanya pertunjukan fisik yang mengerikan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang dalam. Beberapa makna di balik ritual ini antara lain:
- Sebagai bentuk pengorbanan dan pembersihan diri
- Sebagai cara untuk menyalurkan energi supranatural demi kesejahteraan masyarakat
- Sebagai bukti bahwa dewa melindungi dan memberkati komunitas mereka
- Sebagai pengusiran roh jahat yang dapat membawa kesialan dan bencana

Ritual Tangsin dalam prosesi Cap Goh Meh adalah salah satu aspek budaya Tionghoa yang menarik dan penuh dengan nilai spiritual. Meski terlihat ekstrem, ritual ini memiliki sejarah panjang yang menunjukkan hubungan mendalam antara manusia dan dunia spiritual. (AI)

Editor : Clavel Lukas
#Tiongkok #Imlek #Cap Go Meh