MANADOPOST.ID - Denmark dikenal sebagai salah satu negara dengan budaya unik yang menghargai kebebasan berekspresi dan kebahagiaan warganya.
Namun, ada satu tradisi yang jarang dibahas tetapi menarik untuk ditelusuri—kebiasaan menulis surat cinta anonim.
Surat cinta anonim ini bukan sekadar surat biasa, tetapi sering kali dikaitkan dengan tradisi lama yang disebut gaekkebrev—sejenis puisi anonim yang dikirim saat Paskah.
Dalam konteks modern, beberapa orang di Denmark masih meneruskan kebiasaan ini, terutama di lingkungan sekolah dan perkantoran, sebagai bentuk kasih sayang tanpa mengungkapkan identitas mereka.
Surat-surat ini biasanya berisi kata-kata romantis, lucu, atau bahkan teka-teki yang harus ditebak oleh penerimanya. Jika penerima berhasil menebak siapa pengirimnya, mereka berhak mendapatkan hadiah, sering kali berupa cokelat atau kejutan kecil lainnya. Tradisi ini menunjukkan sisi romantis dan penuh kejutan dari budaya Denmark yang dikenal lugas.
Di era digital, konsep surat cinta anonim ini juga muncul dalam bentuk pesan-pesan anonim yang dikirim melalui aplikasi atau media sosial. Meskipun terkesan sederhana, tradisi ini tetap membawa kehangatan dan rasa penasaran bagi siapa saja yang menerimanya. (*)
Editor : Tanya Rompas