Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Benarkah Aroma Parfum Bisa Berbeda pada Setiap Orang? Simak Penjelasannya

Tesalonika Pontororing • Rabu, 12 Februari 2025 | 16:23 WIB
Ilustrasi Parfum. (Freepik)
Ilustrasi Parfum. (Freepik)

MANADOPOST.ID--Pernahkah Anda merasa aroma parfum yang digunakan pada tubuh sendiri berbeda dengan orang lain?

Ternyata, hal ini berkaitan dengan skin chemistry yang berbeda-beda pada setiap orang, sehingga jenis parfum yang sama sekalipun bisa menghasilkan aroma yang berbeda di kulit orang yang berbeda.

Menurut Edukator Parfum dari Klei Studio Academy, Divanda Gitadesiani, skin chemistry adalah molekul dalam kulit yang akan bereaksi terhadap aroma dari parfum. Ternyata, skin chemistry yang dimiliki setiap orang tergantung dari kondisi kulit dan gaya hidupnya.

"Hal tersebut mempengaruhi bagaimana aroma keluar dan tercium oleh hidung," ujar Divanda dalam sebuah talkshow Scent of Indonesia di Brickhall Fatmawati, Jakarta Selatan.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa skin chemistry setiap orang bisa berbeda-beda, menurut Divanda:

1. pH Kulit

pH kulit dapat mempengaruhi aroma parfum. Jika pH kulit normal, aroma akan keluar dengan maksimal dan sesuai dengan karakteristik aslinya. Namun, jika pH kulit terlalu asam, aroma akan menjadi lebih kecut. Sedangkan kulit yang terlalu basa akan menghasilkan aroma yang samar-samar.

2. Jenis Kulit

Jenis kulit juga dapat mempengaruhi aroma parfum. Apabila kita memiliki kulit yang secara alami lebih berminyak, maka aroma parfum akan tahan lama. Sedangkan pada kulit yang kering, aroma tidak akan tahan terlalu lama karena langsung menguap.

"Kalau kulit kita kering, lebih baik pakai body lotion sebelum pakai parfum untuk melembabkan kulit," jelas Divanda.

3. Suhu Tubuh

Suhu tubuh dapat mempengaruhi aroma parfum. Dalam kondisi suhu tubuh yang panas, aroma green dalam top notes akan lebih mencolok. Sedangkan dalam suhu tubuh normal, aroma sitrus akan lebih tercium dibanding aroma lainnya.

"Suhu tubuh laki-laki biasanya lebih panas, itulah mengapa parfum maskulin lebih strong, sedangkan parfum cewek lebih soft," ucapnya.

4. Diet

Pola makan juga dapat mempengaruhi bagaimana kita mencium aroma dari parfum. "Karena aroma menyerap ke dalam kulit, kulit bekerja seperti mesin yang akan boost aroma parfum untuk keluar," jelas Divanda.

Menurutnya, jika kita sering mengkonsumsi makanan tertentu, maka aroma yang dikeluarkan akan berbeda. "Kalau suka makan cabai-cabai-an atau pedas, santan, kelapa, itu akan meng-boost aroma tertentu," tutupnya.

Dengan demikian, skin chemistry yang unik pada setiap orang dapat mempengaruhi bagaimana aroma parfum diterima dan dikeluarkan oleh tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memilih parfum yang sesuai dengan skin chemistry kita agar dapat mencapai hasil yang diinginkan.

Editor : Clavel Lukas
#parfum