Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Teknik dan Strategi Jitu Melawan Kumbang Boleng agar Tanaman Ubi Jalar Tetap Subur dan Produktif

Alfianne Lumantow • Rabu, 12 Februari 2025 | 20:05 WIB

Daun Ubi Jalar.(Angger Bondan/Jawa Pos)
Daun Ubi Jalar.(Angger Bondan/Jawa Pos)

MANADOPOST.ID – Serangan hama kumbang boleng pada tanaman ubi jalar semakin menjadi perhatian utama bagi petani di Indonesia. Hama ini terkenal karena dapat merusak daun ubi jalar yang menjadi sumber fotosintesis utama bagi pertumbuhan tanaman.

Bila tidak segera ditangani, kumbang boleng bisa menyebabkan penurunan hasil panen hingga 50 persen. Namun, dengan teknik dan strategi pengendalian yang tepat, petani dapat melawan hama ini dan memastikan tanaman ubi jalar tetap sehat serta produktif.

Kumbang boleng biasanya menyerang tanaman ubi jalar pada tahap vegetatif, yaitu ketika tanaman mulai tumbuh subur.

Kumbang boleng memakan daun ubi jalar, dan serangan berulang dapat menyebabkan daun kering, menguning, dan rontok. Ini jelas mengganggu proses fotosintesis yang sangat penting bagi pertumbuhan umbi.

Strategi Pengendalian yang Efektif
1. Pengamatan dan Deteksi Dini
Salah satu langkah pertama yang harus dilakukan oleh petani adalah rutin memeriksa tanaman. Pengamatan yang cermat sangat penting untuk mendeteksi serangan kumbang boleng sejak dini.

Jika ditemukan kumbang atau larva pada daun, petani harus segera mengambil langkah pengendalian sebelum kerusakan menyebar.

2. Pemanfaatan Insektisida Nabati
Penggunaan insektisida nabati sebagai pilihan pertama. Pestisida berbahan dasar daun mimba atau ekstrak tembakau diketahui efektif mengendalikan kumbang boleng tanpa merusak lingkungan. Insektisida nabati sangat aman digunakan, terutama di lahan yang dikelola secara organik.

3. Penyemprotan Secara Terjadwal
Penyemprotan insektisida harus dilakukan secara terjadwal, terutama pada pagi atau sore hari ketika hama lebih aktif.

Penyemprotan yang tepat waktu akan mengurangi populasi kumbang dan larvanya. Pastikan untuk mengikuti dosis yang dianjurkan agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem tanah.

4. Penggunaan Perangkap dan Jebakan
Teknik pengendalian mekanis seperti penggunaan perangkap berbahan dasar feromon dapat mengurangi populasi kumbang boleng.

Perangkap ini menarik kumbang jantan sehingga mengurangi kemungkinan kawin dan penyebaran hama. Ini adalah metode yang ramah lingkungan dan bisa diterapkan dengan biaya rendah.

5. Pengelolaan Tanaman yang Baik
Pengelolaan tanaman yang baik, seperti rotasi tanaman dan pemangkasan daun yang terkena, juga sangat efektif dalam mengurangi tempat berkembang biaknya kumbang boleng. Selain itu, penggunaan mulsa organik dapat membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi tempat persembunyian hama.

Editor : Clavel Lukas
#ubi jalar