Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Bukan Lagi FOMO! Generasi Muda Kini Dipaksa Melewatkan Momen Berharga

Jasinta Bolang • Rabu, 26 Februari 2025 | 23:11 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

MANADOPOST.ID - Selama ini, kita mengenal istilah FOMO (Fear of Missing Out) sebagai ketakutan ketinggalan momen seru yang dialami orang lain. Namun, realitas ekonomi yang semakin sulit melahirkan fenomena baru yang lebih mengkhawatirkan: FTMO (Forced to Miss Out).

Berbeda dengan FOMO yang hanya berupa rasa takut, FTMO adalah kondisi nyata di mana seseorang benar-benar tidak bisa ikut serta dalam berbagai aktivitas sosial atau kehidupan karena keterbatasan finansial.

Survei terbaru dari platform perbankan Chime mengungkapkan bahwa lebih dari 50% generasi Milenial dan Gen Z di Amerika telah terpaksa melewatkan acara penting—baik yang diinginkan maupun yang dibutuhkan—karena harus menunggu gaji berikutnya.

Dengan biaya hidup yang terus meningkat, semakin banyak orang yang harus memilih antara membayar kebutuhan dasar atau ikut serta dalam perayaan, perjalanan, bahkan sekadar makan malam bersama teman.

Lantas, bagaimana FTMO memengaruhi kehidupan kita? Dan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi fenomena ini, terutama menjelang musim liburan? Simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Itu FTMO?

FTMO adalah kondisi di mana seseorang terpaksa melewatkan pengalaman atau acara karena alasan finansial. Jika FOMO hanya membuat kita iri melihat orang lain bersenang-senang di media sosial, FTMO benar-benar membatasi akses kita terhadap kehidupan sosial.

Fenomena ini diperparah oleh berbagai faktor, seperti:

Kondisi ini memaksa banyak orang untuk mengatakan "tidak" pada acara penting, seperti konser, pernikahan sahabat, perjalanan liburan, hingga tradisi tukar kado di akhir tahun.

Dampak FTMO Terhadap Kehidupan Sosial dan Mental

Hidup dari gaji ke gaji bukan sekadar masalah finansial—dampaknya jauh lebih luas, termasuk pada kesehatan mental dan hubungan sosial.

Fenomena FTMO (Forced to Miss Out) menjadi realitas baru yang semakin mengkhawatirkan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sulit. Berbeda dengan FOMO yang hanya sebatas rasa takut ketinggalan momen, FTMO adalah kenyataan pahit di mana banyak orang benar-benar terpaksa melewatkan pengalaman berharga karena keterbatasan finansial.

Dampak FTMO tidak hanya berpengaruh pada aspek ekonomi, tetapi juga kesehatan mental dan hubungan sosial. Tekanan hidup dari gaji ke gaji dapat meningkatkan stres, membuat seseorang merasa terisolasi, dan bahkan merusak hubungan dengan keluarga serta teman. Ketidakmampuan untuk ikut serta dalam momen spesial menimbulkan perasaan tidak berdaya yang semakin memperparah kondisi psikologis mereka yang mengalaminya.

Memahami fenomena ini menjadi langkah awal untuk mencari solusi, baik dalam bentuk kebijakan yang lebih berpihak pada kesejahteraan finansial pekerja maupun strategi individu dalam mengelola keuangan. Dengan begitu, harapannya FTMO tidak lagi menjadi kenyataan yang harus dihadapi oleh generasi muda di masa depan. (*)

Editor : Tanya Rompas
#gaya hidup #generasi muda #Gen Z #Gaji #FTMO #Milenial #Pengelolaan #Ekonomi #keuangan #hidup hemat #finansial #lifestyle