Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kebiasaan Tidur dengan TV Menyala Ternyata Berkaitan dengan Pola Pikir dan Kondisi Emosional

Tesalonika Pontororing • Rabu, 12 Maret 2025 | 12:41 WIB
Ilustrasi tidur
Ilustrasi tidur

MANADOPOST.ID--Pernahkah Anda bertemu seseorang yang lebih suka tidur dengan TV menyala? Kebiasaan ini sering dianggap membuang-buang listrik atau mengganggu kualitas tidur, tetapi ternyata ada alasan psikologis yang lebih dalam di balik perilaku tersebut.

Bagi sebagian orang, TV yang menyala bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga cara untuk menghadapi berbagai emosi dan keadaan mental.

Berikut ini adalah tujuh alasan psikologis yang bisa menjelaskan mengapa seseorang lebih nyaman tidur dengan TV menyala:

Menghindari Keheningan yang Menakutkan

Tidak semua orang merasa nyaman dalam keheningan. Bagi sebagian orang, malam yang terlalu sunyi bisa memunculkan perasaan kesepian atau kecemasan yang mendalam. Suara dari TV membantu mengisi kekosongan ini dan memberikan rasa nyaman. Dalam dunia psikologi, ini dikaitkan dengan kebutuhan seseorang untuk merasa selalu terhubung dan terhindar dari pikiran negatif yang muncul dalam keheningan.

Multitasking yang Terlatih

Orang yang terbiasa tidur dengan TV menyala biasanya memiliki kemampuan multitasking yang baik. Mereka bisa tetap fokus pada hal penting meski ada distraksi di sekitar. Sayangnya, kebiasaan ini juga dapat mengganggu kualitas tidur karena paparan cahaya biru dari layar dapat memengaruhi ritme sirkadian dan membuat tidur menjadi kurang nyenyak.

Meningkatkan Imajinasi dan Kreativitas

Menonton TV sebelum tidur bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang kreatif. Adegan-adegan dari film atau acara televisi bisa merangsang imajinasi dan membuat seseorang mengalami mimpi yang lebih kaya dan penuh warna. Ini berkaitan dengan jaringan mode default (DMN) di otak yang aktif saat pikiran seseorang sedang mengembara bebas.

Mencari Kenyamanan dan Rasa Aman

TV yang menyala memberikan rasa aman, terutama bagi mereka yang sedang mengalami stres atau masa sulit. Suara dari acara favorit dan cahaya lembut layar menciptakan suasana yang menenangkan, hampir seperti selimut yang memberikan perlindungan. Secara psikologis, ini adalah bentuk self-soothing atau usaha seseorang untuk menciptakan lingkungan yang menenangkan dirinya.

Kebiasaan Begadang

Mereka yang tidur dengan TV menyala sering kali adalah tipe "burung hantu malam." Mereka menikmati keheningan malam dengan latar suara TV yang lembut. Kebiasaan ini memungkinkan mereka untuk merasa lebih santai sebelum akhirnya terlelap, meskipun ritme tidur mereka mungkin tidak ideal.

Mekanisme Pelarian dari Realitas

Bagi beberapa orang, tidur dengan TV menyala adalah cara untuk menghindari stres kehidupan nyata. Menonton acara TV atau film sebelum tidur bisa memberikan alternatif realitas yang lebih ringan dan menyenangkan. Dalam psikologi, ini disebut escapism, yaitu mekanisme bertahan hidup untuk sementara melupakan tekanan hidup. Namun, penting untuk diingat bahwa ini hanya solusi sementara, bukan cara utama untuk menyelesaikan masalah.

Kebiasaan yang Sulit Ditinggalkan

Banyak orang yang tidur dengan TV menyala telah melakukan kebiasaan ini sejak lama, sehingga sulit untuk dihentikan. Mereka mungkin merasa gelisah atau tidak nyaman saat mencoba tidur dalam keheningan. Dalam psikologi, kebiasaan ini berkembang sebagai bentuk rutinitas yang memberikan rasa tenang dan stabilitas emosional.

Meskipun tidur dengan TV menyala sering dianggap sebagai kebiasaan buruk, psikologi menunjukkan bahwa ada berbagai alasan emosional dan mental di baliknya. Kebiasaan ini mencerminkan cara unik seseorang dalam menghadapi kehidupan dan mencari kenyamanan.

Jadi, jika Anda atau orang terdekat memiliki kebiasaan ini, tidak perlu langsung menghakimi. Bisa jadi, ini adalah cara mereka untuk merasa lebih tenang dan rileks setelah menjalani hari yang penuh tekanan.

Editor : Clavel Lukas
#TIDUR