MANADOPOST.ID — Generasi Z atau yang dikenal sebagai Gen Z adalah generasi yang tumbuh di tengah kemajuan teknologi, media sosial, dan perubahan sosial yang cepat.
Meski tampak adaptif dan kreatif, ternyata Gen Z juga menyimpan berbagai ketakutan yang memengaruhi mental dan keseharian mereka. Apa saja ketakutan itu?
1. Takut Gagal dalam Hidup dan Karier
Gen Z hidup di era kompetitif, di mana pencapaian sering kali dipamerkan di media sosial. Banyak dari mereka merasa takut gagal dan takut tidak mencapai standar sukses yang dibentuk lingkungan sekitar.
Kecemasan akan masa depan karier dan ketidakpastian pekerjaan menjadi ketakutan yang umum, apalagi dengan persaingan global dan tantangan ekonomi.
2. Takut Kesepian dan Tidak Diterima
Meski terhubung lewat media sosial, banyak Gen Z yang merasa kesepian. Tekanan untuk selalu tampil sempurna membuat mereka sulit menunjukkan diri apa adanya. Rasa takut tidak diterima atau tidak cukup "baik" di mata orang lain sering kali menghantui.
3. Takut Tidak Relevan dan Ketinggalan Zaman (Fear of Missing Out/FOMO)
FOMO adalah ketakutan khas Gen Z. Mereka takut tertinggal tren, berita, atau kesempatan. Hal ini memicu stres, terutama ketika mereka membandingkan hidupnya dengan orang lain yang terlihat lebih "sempurna" di media sosial.
4. Takut Perubahan dan Ketidakpastian Dunia
Gen Z hidup di era perubahan cepat — dari teknologi AI, krisis iklim, hingga konflik global. Ketidakpastian ini menimbulkan rasa cemas, terutama soal masa depan planet dan kemanusiaan. Mereka khawatir tentang perubahan iklim, perang, hingga krisis ekonomi yang bisa berdampak langsung pada hidup mereka.
5. Takut Masalah Kesehatan Mental Sendiri
Banyak Gen Z sadar akan pentingnya kesehatan mental, tapi justru itu membuat mereka takut akan kondisi diri sendiri. Ketakutan mengalami depresi, kecemasan, burnout, dan perasaan tidak berdaya sering menghantui, apalagi jika tidak mendapat dukungan.
Gen Z adalah generasi yang cerdas, kreatif, dan peduli banyak hal. Namun, mereka juga manusia yang punya ketakutan. Memahami ketakutan mereka penting agar lingkungan bisa lebih suportif. Mulai dari orang tua, guru, hingga teman sebaya, semua bisa ikut membantu mengurangi ketakutan yang dirasakan Gen Z. (*)
Editor : Tanya Rompas