Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Besok Hari Tercepat di Tahun 2025! Waktu Berjalan Lebih Singkat, Apa yang Terjadi dengan Bumi?

Kenjiro Tanos • Senin, 4 Agustus 2025 | 20:16 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID — Siap-siap! Tanggal 5 Agustus 2025 akan jadi hari yang secara ilmiah lebih cepat berlalu dari biasanya.

Menurut laporan timeanddate.com, hari Selasa 5 Agustus diperkirakan akan berdurasi kurang 1,52 milidetik dari 24 jam penuh—menjadikannya hari terpendek sepanjang tahun ini.

Fenomena ini bukan yang pertama terjadi tahun ini. Sebelumnya, pada 9 Juli dan 22 Juli, Bumi juga berputar sedikit lebih cepat, memangkas waktu harian masing-masing sebesar 1,3 dan 1,38 milidetik.

Tapi, apa penyebab waktu tiba-tiba “hilang”?

Mengutip laporan dari Live Science, hari menjadi lebih pendek karena rotasi Bumi sedikit lebih cepat dari biasanya.

Dalam kondisi normal, satu hari berlangsung selama 86.400 detik. Namun, berbagai faktor dapat membuat Bumi sedikit “ngebut” di lintasannya.

“Bulan sedang berada di titik yang lebih dekat ke kutub Bumi, jauh dari khatulistiwa. Ini memengaruhi gravitasi dan mempercepat putaran Bumi,” jelas ilmuwan Geoscience Australia, Oleg Titov.

Menurutnya, kondisi seperti ini lazim terjadi antara Juli hingga Agustus, sebelum melambat lagi menjelang akhir tahun.

Catatan menunjukkan, hari terpendek dalam sejarah modern tercatat pada 5 Juli 2024, saat durasi satu hari hanya 24 jam dikurangi 1,66 milidetik.

Meskipun hanya berdampak beberapa milidetik—atau sepersejuta dari waktu sehari—efeknya terasa besar dalam dunia teknologi dan sains.

“Waktu adalah segalanya. Sistem perbankan, jaringan listrik, GPS, bahkan teleskop luar angkasa bergantung pada waktu yang sangat akurat,” ujar David Gozzard, peneliti dari University of Western.

Tak hanya itu, Dr Michael Wouters dari National Measurement Institute mengingatkan bahwa waktu presisi juga berperan dalam dunia pertanian, seperti menentukan waktu tanam.

“Kami melacak waktu dengan jam atom, hingga ke skala nanodetik. Bahkan perbedaan satu miliar detik pun bisa membuat perbedaan besar,” kata Wouters.

Para ilmuwan meyakinkan bahwa ini bukan tanda kiamat atau fenomena berbahaya.

Tapi mereka juga memperingatkan, kecepatan rotasi Bumi bisa berfluktuasi selama dekade mendatang, yang berarti kita mungkin akan melihat lebih banyak “hari-hari cepat” seperti ini. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Hari Tercepat 2025 #bumi #5 Agustus Hari Tercepat