Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Manajemen The Pacific Bay Dituding Terlalu Pilih-Pilih Konsumen

Grand Regar • Kamis, 28 Agustus 2025 | 06:34 WIB

Dengan konsep private residential estate yang benar-benar eksklusif, The Pacific Bay yang merupakan salah satu produk perumahan dari BML Group mematok harga unit senilai Rp12,5 miliar per rumah.
Dengan konsep private residential estate yang benar-benar eksklusif, The Pacific Bay yang merupakan salah satu produk perumahan dari BML Group mematok harga unit senilai Rp12,5 miliar per rumah.
MANADOPOST.ID-Nama The Pacific Bay kembali menjadi sorotan publik. Perumahan mewah yang berdiri megah di atas tebing dengan pemandangan laut spektakuler ini dikabarkan memiliki kebijakan manajemen yang sangat ketat dalam memilih calon pembelinya.

Dengan konsep private residential estate yang benar-benar eksklusif, The Pacific Bay salah satu produk unggulan dari BML Group, mematok harga unit senilai Rp12,5 miliar per rumah.

Tak hanya soal harga, manajemen bahkan menerapkan proses seleksi khusus untuk memastikan bahwa setiap penghuni di sini memiliki status sosial dan gaya hidup setara dengan komunitas elite yang sudah lebih dulu menghuni kawasan ini.

Namun, kebijakan ini menuai keluhan dari salah satu warga yang mengaku sebagai calon pembeli. Pria yang enggan disebutkan namanya tersebut menyampaikan kekesalannya kepada awak media, lantaran merasa ditolak secara sepihak meskipun telah menyatakan siap membeli unit secara tunai (cash).

“Saya sudah siapkan dananya. Proses awal berjalan baik, tapi tiba-tiba saya diberi tahu bahwa dalam pembelian rumah manajemen telah menetapkan beberpa kriteria. Saya tidak tahu apa maksudnya, padahal saya beli cash, bukan kredit. Mereka seperti memilih - milih calon pembeli. Rasanya seperti diperlakukan tidak adil, bagi saya pribadi cukup jarang jika ada developer seketat ini," ujar calon pembeli tersebut.

Pernyataan ini memunculkan dugaan bahwa manajemen The Pacific Bay terkesan pilih-pilih konsumen, bahkan terhadap mereka yang memiliki kemampuan finansial.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Divisi Marketing The Pacific Bay Inggrid Salangka, menjelaskan bahwa setiap konsumen yang datang tetap dihargai dan diberikan apresiasi atas kepercayaan mereka terhadap produk The Pacific Bay.

Namun, ia menegaskan bahwa proyek ini memang memiliki standar seleksi khusus demi menjaga kualitas komunitas yang eksklusif.

“Setiap konsumen tentunya kami hargai dan kami memahami bila ada yang merasa kecewa. Namun memang sejak awal The Pacific Bay dirancang sebagai kawasan hunian yang eksklusif. Itu artinya kami harus selalu memastikan setiap pembeli sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan, demi menjaga kualitas komunitas dan lingkungan di sini,” jelas Inggrid.

Selain menawarkan panorama laut 180° dan lokasi strategis di atas tebing premium Manado, kawasan ini dilengkapi dengan private clubhouse megah yang menjadi pusat aktivitas sosial para penghuni.

Fasilitas premium, keamanan 24 jam, dan jumlah unit yang sangat terbatas membuat The Pacific Bay semakin sulit diakses sembarang orang.

Sejumlah konsumen yang sudah berhasil mendapatkan unit justru mengapresiasi kebijakan seleksi ketat tersebut. “Rasanya beda sekali tinggal di sini. Private, tenang, dan tetangga-tetangga kita ya… kelasnya semua sudah tahu sendiri,” ujar salah satu pemilik unit.

Dengan stok unit sangat terbatas dan seleksi yang ketat, The Pacific Bay menegaskan posisinya sebagai ikon kemewahan baru di Manado, tempat di mana tak semua orang bisa masuk, bahkan sekalipun punya uang.(*)

Editor : Grand Regar
#BML #MANADO #The Pacific Bay