MANADOPOST.ID – Pemerintah Indonesia makin serius mendorong transformasi digital di sektor aviasi dan pariwisata.
Menteri Perhubungan menegaskan bahwa inovasi teknologi sangat penting untuk meningkatkan daya saing dan kepuasan penumpang.
Penerapan sistem digital juga diharapkan mempercepat pemantauan lalu lintas pesawat dan optimasi rute penerbangan secara real time.
Dirjen Reformasi Birokrasi menambahkan bahwa Indonesia diproyeksikan jadi pasar aviasi terbesar keempat dunia pada 2036.
Transformasi digital ini mencakup pengembangan “bandara pintar” dengan sistem canggih dan AI untuk kelola arus penumpang dan maintenance pesawat.
Langkah revolusioner lainnya adalah aplikasi All Indonesia yang menyederhanakan prosedur masuk: imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu platform digital.
Baca Juga: Aplikasi “All Indonesia” Wajib untuk Turis Asing Mulai September
Aplikasi ini, bisa diakses sebelum tiba, makin memperlancar kedatangan turis internasional dan memperkuat kesan pertama yang modern.
Indosat Ooredoo dan Garuda Indonesia juga berkolaborasi erat untuk mempercepat transformasi digital di pariwisata—dengan dukungan penuh dari Kemenparekraf. Kerja sama ini serius karena mencakup pengembangan pengalaman penumpang yang lebih personal dan efisien melalui teknologi mutakhir.
Data terbaru dari ITO 2025 menunjukkan bahwa 40% pelaku usaha pariwisata telah mengadopsi solusi berbasis AI untuk pulih pasca pandemi.
Capaian ini jadi langkah maju, meski masih ada peluang besar untuk memperluas adopsi digital di pelaku pariwisata lain.
Menpar juga mendukung maskapai seperti Lion Air dan Wings Air yang membuka puluhan rute baru demi memperkuat konektivitas ke destinasi wisata.
Secara keseluruhan, Indonesia sedang bangun ekosistem wisata digital yang modern, aman, dan terhubung—modal penting untuk era travel pasca-pandemi.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang