MANADOPOST.ID – Indonesia terus memperkuat posisinya dalam revolusi industri global.
Langkah terbaru ditunjukkan melalui partisipasi aktif pada Expo 4.0 tahun 2025, yang digelar untuk memamerkan teknologi manufaktur mutakhir.
Pameran ini menjadi wadah penting bagi pelaku industri untuk menampilkan otomasi, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem produksi pintar.
Delegasi Indonesia menampilkan sejumlah inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan teknologi dan startup lokal.
Salah satunya adalah penerapan robotik cerdas di jalur produksi untuk meningkatkan efisiensi dan menekan biaya operasional.
Selain itu, Indonesia juga memperkenalkan sistem IoT manufaktur yang memungkinkan mesin dan perangkat saling terhubung secara real time.
Hal ini membuat proses produksi lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau.
Expo 4.0 juga menyoroti pentingnya analitik data industri.
Dengan memanfaatkan big data, perusahaan dapat memprediksi kebutuhan pasar dan merancang strategi produksi lebih akurat.
Inovasi lain yang dipamerkan adalah penggunaan digital twin.
Teknologi ini menciptakan versi digital dari pabrik atau produk untuk simulasi sebelum diproduksi nyata.
Dengan demikian, risiko kesalahan produksi bisa diminimalisir sejak awal.
Indonesia juga membawa misi besar dalam pameran ini: mendorong adopsi Industri 4.0 di sektor manufaktur nasional.
Menteri Perindustrian menegaskan bahwa teknologi digital menjadi kunci bagi daya saing industri Indonesia di pasar global.
Tak hanya itu, Expo 4.0 turut membuka peluang kerja sama investasi dengan mitra internasional.
Sejumlah negara menyatakan minat untuk menjalin kolaborasi dengan perusahaan teknologi Indonesia.
Pemerintah optimistis, dengan terus berinovasi, industri manufaktur tanah air bisa naik kelas dan sejajar dengan negara industri maju.
Expo 4.0 menjadi bukti bahwa Indonesia siap menghadapi tantangan era industri digital dan memimpin transformasi di kawasan Asia Tenggara.
(rm)
Editor : Jasinta Bolang