Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Self-Care Digital Detox, Tren Lifestyle 2025 yang Bikin Hidup Lebih Tenang

Jasinta Bolang • Sabtu, 20 September 2025 | 09:00 WIB
Photo
Photo

MANADOPOST.ID - Di tahun 2025, banyak orang mulai sadar pentingnya menjaga kesehatan mental lewat kebiasaan sederhana.

Salah satu tren lifestyle yang naik daun adalah digital detox, yaitu mengurangi penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari.

Digital detox dilakukan dengan cara membatasi waktu bermain media sosial, menonaktifkan notifikasi, atau bahkan libur sehari dari ponsel.

Menurut Harvard Medical School, terlalu lama menatap layar bisa meningkatkan stres dan mengganggu kualitas tidur. (health.harvard.edu)

Banyak orang merasa lebih tenang setelah mencoba tidak membuka media sosial selama beberapa jam.

Hal ini karena pikiran jadi lebih fokus ke hal nyata, bukan terus menerus membandingkan diri dengan orang lain di internet.

Digital detox juga membuat hubungan sosial lebih berkualitas, karena waktu bersama keluarga dan teman tidak lagi terganggu gadget.

Tren ini bahkan mulai dipopulerkan influencer dengan tagar #OfflineDay di media sosial.

Selain itu, banyak komunitas yoga dan meditasi di Indonesia yang menggabungkan digital detox dengan kegiatan healing.

Baca Juga: Inovasi Digital Angkat Aviasi & Pariwisata Indonesia ke Level Selanjutnya

Kegiatan sederhana seperti jalan pagi, membaca buku, atau journaling menjadi alternatif saat lepas dari gadget.

Dilansir dari Psychology Today, menulis jurnal bisa membantu meredakan kecemasan dan menata pikiran. (psychologytoday.com)

Di kota-kota besar, kafe dan coworking space juga mulai menawarkan “zona bebas gadget” agar pengunjung bisa lebih fokus.

Bahkan ada hotel di Bali yang memberikan paket wisata digital detox dengan fasilitas alam terbuka dan terapi meditasi.

Bagi anak muda, digital detox bisa meningkatkan produktivitas karena waktu belajar atau bekerja jadi lebih efektif.

Orang tua juga mulai menerapkan aturan “no gadget saat makan malam” agar anak-anak terbiasa berinteraksi langsung.

Tren ini bukan berarti anti teknologi, tapi mengajarkan cara menggunakan gadget dengan lebih sehat dan seimbang.

Banyak dokter menyarankan untuk memulai digital detox secara bertahap, misalnya 1 jam sebelum tidur tanpa layar.

Dengan cara ini, tubuh punya waktu lebih rileks sehingga tidur lebih nyenyak.

Tren lifestyle 2025 ini membuktikan bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Digital detox bukan sekadar tren, tapi bisa jadi gaya hidup sehat untuk generasi sekarang dan masa depan.

(ra)

Editor : Jasinta Bolang
#MentalHealth #Lifestyle2025 #DigitalDetox #Healing #SelfCare