Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Banjir Besar, Bali Imbau Wisatawan Jangan Minum Air Ledeng

Jasinta Bolang • Senin, 22 September 2025 | 20:53 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Pemerintah Bali mengeluarkan imbauan darurat kepada warga dan wisatawan.

Setelah banjir besar melanda pulau tersebut, masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi air ledeng sementara waktu.

Banjir yang terjadi beberapa hari lalu telah merusak sejumlah infrastruktur air bersih di berbagai wilayah.

Salah satu yang paling terdampak adalah sistem saluran air di Kabupaten Badung, lokasi destinasi wisata populer seperti Kuta dan Seminyak.

Kerusakan parah pada aliran sungai membuat air baku tercemar lumpur dan sampah plastik.

Limbah tersebut ikut masuk ke instalasi pengolahan air, sehingga menurunkan kualitas air yang didistribusikan ke rumah dan hotel.

Perusahaan daerah air minum Tirta Mangutama menyatakan suplai air bersih kini terbatas.

Sebagai langkah darurat, perusahaan menggunakan truk tangki untuk mendistribusikan air ke kawasan wisata dan pemukiman padat.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi wisatawan mancanegara yang sedang berlibur di Bali.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini, Sabtu 20 September 2025: Sebagian Wilayah Hujan Ringan, Sebagian Cerah Berawan

Pemerintah daerah menegaskan bahwa air dalam kemasan tetap aman dikonsumsi dan tersedia luas di pasaran.

Hanya saja, air dari keran dan ledeng tidak boleh digunakan untuk diminum hingga kondisi normal kembali.

Banjir dan longsor yang melanda Bali telah menewaskan sedikitnya 19 orang.

Selain itu, akses transportasi sempat terganggu, bahkan operasional bandara mengalami hambatan singkat.

Aktivis lingkungan menyoroti lemahnya manajemen sampah di Bali yang memperburuk dampak banjir.

Penumpukan limbah plastik dianggap mempercepat kerusakan saluran air dan memperbesar risiko pencemaran.

Mereka juga menilai pembangunan masif tanpa pengawasan memperparah kerentanan Bali terhadap bencana hidrologi.

Pemerintah Bali berjanji segera memperbaiki sistem pengolahan air dan memperketat regulasi pembangunan.

Wisatawan diminta tetap tenang dan mengikuti arahan resmi terkait penggunaan air bersih.

Krisis ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pariwisata massal dan keberlanjutan lingkungan.

(rm)

Editor : Jasinta Bolang
#WisatawanBali #Pariwisata #Lingkungan #BanjirBali #BaliTourism