MANADOPOST.ID - Indonesia resmi mengoperasikan Satelit Republik Indonesia (Satria-1), satelit multifungsi terbesar di Asia yang dirancang untuk memperluas akses internet di seluruh pelosok negeri.
Satria-1 memiliki kapasitas hingga 150 Gbps dan diproyeksikan mampu menjangkau lebih dari 50 ribu titik layanan publik. Fasilitas ini meliputi sekolah, puskesmas, kantor desa, hingga pos TNI dan Polri di daerah terpencil.
Peluncuran satelit ini merupakan langkah besar pemerintah dalam memperkecil kesenjangan digital, terutama di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dengan koneksi internet yang lebih merata, layanan pendidikan dan kesehatan di desa dapat meningkat.
Menteri Komunikasi dan Informatika menegaskan, kehadiran Satria-1 akan mempercepat agenda transformasi digital nasional. Infrastruktur satelit ini melengkapi pembangunan jaringan fiber optik Palapa Ring yang sudah berjalan sebelumnya.
Baca Juga: Huawei Umumkan Roadmap Chip dan Komputasi Ambisius
Selain itu, satelit ini juga memperkuat kedaulatan digital Indonesia. Dengan memiliki satelit sendiri, ketergantungan pada penyedia satelit luar negeri dapat dikurangi secara signifikan.
Bagi masyarakat desa, manfaat langsung akan sangat terasa. Anak-anak sekolah bisa mengakses materi pembelajaran online, sementara pelaku UMKM dapat memasarkan produk mereka ke pasar digital dengan lebih mudah.
Tidak hanya untuk sektor publik, Satria-1 juga mendukung upaya pemerintah dalam mengembangkan ekonomi digital. Internet stabil di desa akan membuka peluang kerja baru, termasuk di bidang e-commerce, fintech, hingga pertanian digital.
Dengan kehadiran satelit ini, pemerintah menargetkan Indonesia semakin siap menjadi salah satu kekuatan digital terbesar di Asia Tenggara.
Kehadiran Satria-1 menjadi bukti bahwa Indonesia terus berupaya menghadirkan pemerataan digital bagi seluruh warganya, dari kota besar hingga pelosok desa.
Editor : Jasinta Bolang