MANADOPOST.ID – Tim ilmuwan dari China berhasil membuat terobosan besar dalam teknologi baterai all-solid-state lithium, yang selama ini dianggap sebagai masa depan energi portabel.
Penemuan ini diklaim mampu mengatasi salah satu masalah utama yang selama ini menghambat pengembangan baterai jenis tersebut.
Baterai all-solid-state lithium berbeda dari baterai lithium-ion biasa karena menggunakan elektrolit padat, bukan cair.
Elektrolit padat adalah bahan penghantar ion di dalam baterai yang lebih aman karena tidak mudah terbakar atau bocor.
Menurut laporan dari Antara News, para peneliti menemukan cara untuk meningkatkan kestabilan kontak antara elektrolit padat dan anoda.
Selama ini, masalah utama baterai jenis ini adalah munculnya retakan pada bagian anoda yang menyebabkan penurunan performa.
Tim ilmuwan dari Universitas Tsinghua di Beijing mengembangkan bahan pelapis baru yang mampu mencegah retakan tersebut.
Baca Juga: Intel Pamerkan Prosesor 18A, Buka Era Baru Semikonduktor Super Efisien
Pelapis ini terbuat dari senyawa khusus berbasis oksida yang tahan terhadap reaksi kimia di dalam baterai.
Dengan penemuan ini, umur baterai all-solid-state bisa meningkat jauh lebih lama dibandingkan versi sebelumnya.
Selain itu, baterai menjadi lebih efisien dalam menyimpan energi dan tidak mudah panas meskipun digunakan dalam waktu lama.
Teknologi ini dinilai penting karena bisa membuka jalan bagi produksi mobil listrik yang lebih aman dan tahan lama.
Mobil listrik saat ini masih banyak menggunakan baterai lithium-ion cair yang memiliki risiko kebakaran tinggi jika rusak.
Menurut para ahli energi, solusi dari tim China ini bisa menjadi langkah besar menuju era kendaraan listrik generasi baru.
Selain mobil, teknologi baterai padat juga berpotensi digunakan dalam perangkat elektronik seperti laptop dan ponsel.
Dengan daya tahan yang lebih tinggi, perangkat tidak perlu sering diisi ulang dan bisa bertahan lebih lama.
Keuntungan lain dari baterai all-solid-state adalah tidak menggunakan cairan elektrolit beracun yang dapat mencemari lingkungan.
Artinya, selain efisien, teknologi ini juga lebih ramah lingkungan dan mendukung upaya dunia menuju energi hijau.
Penemuan ini juga memperlihatkan kemajuan pesat China dalam riset material energi masa depan.
Negara tersebut kini menjadi salah satu pemain utama dalam perlombaan global mengembangkan baterai generasi baru.
Menurut laporan media setempat, penelitian ini akan segera masuk tahap uji coba industri untuk melihat hasil nyatanya.
Jika sukses, dunia bisa segera menyaksikan kehadiran baterai super aman dan super efisien dalam waktu dekat.
Inovasi ini diharapkan menjadi pondasi baru untuk energi bersih yang berkelanjutan bagi generasi mendatang. (aak)
Editor : Richard Lawongan