MANADOPOST.ID- Pemerintah California mengesahkan undang-undang yang mewajibkan AI mengungkap identitasnya.
Setiap chatbot atau sistem AI yang berinteraksi dengan manusia harus memberi tahu bahwa mereka bukan manusia.
Menurut The Verge, aturan ini dibuat untuk mencegah kebingungan dan penyalahgunaan teknologi AI.
Langkah ini dianggap penting untuk menjaga transparansi dan kepercayaan publik terhadap AI.
AI generatif kini harus menampilkan tanda bahwa percakapan sedang dilakukan dengan mesin.
Peraturan ini berlaku untuk AI di platform chat, media sosial, dan aplikasi layanan publik.
Menurut laporan, tujuan utama adalah mencegah manipulasi opini atau informasi palsu oleh AI.
Baca Juga: Anthropic Hadirkan Model AI Murah, Teknologi Cerdas Kini Bisa Dijangkau Semua
Regulasi ini juga menjadi contoh pertama di dunia yang secara spesifik mengatur interaksi manusia-AI.
California ingin memastikan bahwa masyarakat bisa membedakan interaksi dengan manusia atau AI.
Para ahli hukum menyebut langkah ini sebagai tonggak baru regulasi teknologi cerdas.
Menurut The Verge, kebijakan ini dapat memengaruhi perusahaan teknologi besar yang beroperasi di AS.
AI yang tidak menampilkan identitasnya dapat dikenai sanksi atau denda berat.
Peraturan ini juga menekankan pentingnya edukasi publik soal AI dan teknologi generatif.
Langkah ini diharapkan mendorong pengembangan AI yang lebih etis dan bertanggung jawab.
Menurut laporan, startup AI dan perusahaan besar akan menyesuaikan sistem mereka agar sesuai regulasi.
California menunjukkan bahwa kemajuan teknologi harus disertai tanggung jawab hukum.
Regulasi ini bisa menjadi contoh bagi negara lain dalam menghadapi AI generatif.
Dengan adanya aturan ini, masyarakat lebih sadar saat berinteraksi dengan teknologi canggih.
Pertanyaannya, apakah langkah California akan menjadi standar global bagi AI generatif?
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan