MANADOPOST.ID – Dunia teknologi kembali dihebohkan setelah salah satu tenaga ahli kecerdasan buatan (AI) dari Apple memutuskan untuk bergabung dengan Meta, perusahaan induk dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa persaingan di bidang pengembangan AI semakin ketat dan melibatkan perusahaan-perusahaan raksasa dunia.
Dilansir dari Reuters, tenaga ahli yang berpindah ke Meta dikenal memiliki peran penting dalam proyek pengembangan AI generatif di Apple.
AI generatif adalah sistem kecerdasan buatan yang mampu menciptakan teks, gambar, dan suara secara otomatis berdasarkan perintah pengguna.
Meta disebut sedang memperluas tim riset AI mereka untuk memperkuat posisi dalam teknologi ini.
Perusahaan pimpinan Mark Zuckerberg itu sebelumnya telah berinvestasi besar pada model bahasa besar atau Large Language Model (LLM) yang dikenal dengan nama Llama.
Langkah Meta merekrut ahli dari Apple ini juga dianggap sebagai strategi untuk mempercepat pengembangan produk berbasis AI di platform mereka.
Baca Juga: OpenAI Susun Rencana 5 Tahun, Ambisi Dominasi AI Semakin Jelas
Sementara itu, Apple dikenal cukup tertutup soal rencana pengembangan AI internalnya.
Beberapa laporan menyebut Apple lebih fokus pada penerapan AI langsung di perangkat, bukan berbasis cloud seperti yang dilakukan Meta atau Google.
Kepindahan para ahli ini disebut-sebut karena mereka ingin bekerja di lingkungan yang lebih terbuka terhadap eksperimen AI.
Menurut Bloomberg, Meta memberikan kebebasan lebih besar kepada tim AI-nya untuk berbagi hasil penelitian dan berkolaborasi secara global.
Sebaliknya, Apple dikenal dengan sistem keamanan dan kerahasiaan yang sangat ketat di semua divisinya.
Banyak pakar menilai migrasi para ahli ini bisa memperlambat kemajuan AI Apple untuk jangka pendek.
Namun di sisi lain, Apple tetap memiliki keunggulan di bidang integrasi perangkat keras dan perangkat lunak.
Meta diperkirakan akan terus membuka lowongan untuk menarik lebih banyak talenta dari perusahaan pesaing.
Hal ini bukan kali pertama Meta merekrut insinyur dari Apple untuk proyek AI-nya.
Tahun lalu, beberapa ilmuwan senior dari tim pembelajaran mesin (machine learning) Apple juga diketahui pindah ke Meta.
Dengan semakin banyaknya perusahaan besar yang berebut talenta AI, kompetisi inovasi akan berjalan semakin cepat.
Para pengguna bisa berharap ke depannya akan ada lebih banyak fitur pintar di berbagai aplikasi digital.
Tren ini menunjukkan bahwa era dominasi kecerdasan buatan baru saja dimulai dan akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Kepindahan ahli AI dari Apple ke Meta pun menjadi salah satu langkah besar dalam peta persaingan global teknologi cerdas. (aak)
Editor : Richard Lawongan