Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Baterai Super Baru Bikin Mobil Listrik Makin Ngebut dan Awet, Dunia Siap Berubah?

ALengkong • Senin, 20 Oktober 2025 | 07:47 WIB

Bahan baterai baru untuk mobil listrik yang tahan lebih lama!
Bahan baterai baru untuk mobil listrik yang tahan lebih lama!

MANADOPOST.ID - Ilmuwan dari University of Auckland bikin gebrakan besar dengan menemukan bahan baterai baru bernama high-entropy oxide.

Bahan ini diklaim bisa bikin mobil listrik melaju lebih jauh dan baterainya gak cepat rusak.

Menurut University of Auckland, high-entropy oxide menggabungkan beberapa logam berbeda ke dalam satu struktur yang super stabil.

Logam-logam itu bekerja bareng untuk menyimpan dan melepaskan energi dengan lebih efisien.

Selama ini, baterai lithium-ion biasa pakai grafit (graphite) sebagai anoda atau kutub negatifnya.

Tapi masalahnya, grafit punya batas dalam menampung ion lithium, jadi jarak tempuh kendaraan listrik terbatas.

Nah, bahan baru ini bisa menampung ion lebih banyak tanpa gampang rusak.

Para ilmuwan bilang, teknologi ini bisa ningkatin performa baterai sampai dua kali lipat dari baterai konvensional.

Artinya, mobil listrik bisa jalan lebih lama dalam sekali isi daya.

Baca Juga: Kadin Indonesia Dorong Transformasi Digital UMKM Melalui Program Nasional “Go Digital 2025”

Selain itu, daya tahannya juga lebih baik, jadi umur baterainya bisa bertahan lebih panjang.

Dilansir dari laman resmi University of Auckland, bahan ini diuji dalam suhu tinggi dan tetap stabil.

Itu artinya cocok banget buat kendaraan listrik yang sering kena panas mesin dan lingkungan ekstrem.

Penemuan ini bukan cuma kabar bagus buat pengguna mobil listrik, tapi juga buat dunia yang pengen lepas dari energi fosil.

Baterai yang lebih efisien berarti lebih sedikit limbah dan emisi karbon dari proses pengisian daya.

Kalau dikembangkan massal, bahan high-entropy oxide ini bisa jadi pengganti utama grafit di masa depan.

Namun, para ilmuwan juga bilang riset ini masih tahap awal dan perlu waktu sebelum diproduksi besar-besaran.

Mereka masih nyari cara supaya biaya produksinya bisa lebih murah dan ramah lingkungan.

Buat Indonesia yang lagi gencar ngembangin ekosistem kendaraan listrik, temuan ini bisa jadi inspirasi penting.

Kalau riset seperti ini diterapkan di Tanah Air, Indonesia bisa jadi pemain besar di teknologi baterai dunia.

(J)

Editor : ALengkong
#sains #EnergiTerbarukan #MobilListrik #TeknologiHijau #BateraiListrik #inovasi