Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Art Exhibition Hadir di Aston Manado Hotel, Rayakan Karya Para Seniman Lokal

Kenjiro Tanos • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 22:55 WIB
Art exhibition di Aston Manado Hotel
Art exhibition di Aston Manado Hotel

MANADOPOST.ID - Seekor ayam berjas elegan menenteng pistol yang menembakkan hati. Unik dan mencuri perhatian!

Itu merupakan lukisan berjudul Penebar Cinta karya Alfred Pontolondo dan menjadi salah satu daya tarik di pameran Echoes of Stillness yang digelar di Aston Manado Hotel, Jumat (24/10).

Karya ini menghadirkan ironi antara kekerasan dan cinta dalam sapuan warna yang berani dan penuh makna.

Tak hanya karya Alfred, pameran yang mengusung tema Berselancar Rupa ini juga menampilkan deretan seniman lokal kebanggaan Sulawesi Utara.

Nama-nama seperti Deni Katili, Emor Mingkid, Friets Konduwes, Jani Rotinsulu, Jaya Mosluman, Jeffry Wattimena, dan Melky Runtu turut memamerkan karya mereka di TOU Art Gallery Aston Manado Hotel.

“Jarang diadakan kegiatan seperti ini di Manado. Setelah beberapa tahun pameran hanya di rumah kopi, ini jadi kesempatan indah bagi kami—para pelaku seni—untuk kembali mendapat ruang yang representatif,” ujar Pontolondo, yang juga Koordinator Forum Perupa Sulawesi Utara (Sulut).

Ucapan terima kasih turut ia sampaikan kepada pihak Owning Group Aston Manado Hotel, khususnya Merilyn Umboh, pecinta seni yang kerap mengikuti pameran internasional.

Dukungan Umboh disebut membuka jalan bagi seniman lokal untuk tampil lebih luas di kota sendiri.

“Terima kasih Ibu Merilyn yang telah mendukung penuh para seniman lokal. Semoga pameran ini berjalan lancar dan memberi inspirasi bagi banyak pihak,” kata Dikdik Solehudin, General Manager Aston Manado Hotel.

Pameran ini juga melibatkan kurator nasional Wayan Seriyoga Parta dan kurator Ajeng Prasasti, yang menata karya-karya dengan sentuhan naratif dan emosi.

Melalui “Echoes of Stillness”, Manado kembali menegaskan eksistensinya sebagai kota yang tak hanya kaya budaya, tetapi juga hidup oleh warna-warna seni.

Pameran terbuka untuk umum dan masih berlangsung hingga awal tahun depan. (tkg)

Editor : Kenjiro Tanos
#Aston Manado Hotel #Dikdik Solehudin #pameran seni #Alfred Pontolondo #art exhibition