Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kota Tambang Datong di Tiongkok Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata Hemat dan Ramah Lingkungan

Jasinta Bolang • Rabu, 29 Oktober 2025 | 03:01 WIB

Photo
Photo

MANADOPOST.ID – Kota kecil Datong di provinsi Shanxi, Tiongkok Utara, berhasil bangkit dari bayang-bayang industri tambang batu bara menjadi destinasi wisata populer dan ramah lingkungan.

Transformasi ini membuat Datong dikenal sebagai “kota tambang yang lahir kembali”, dengan peningkatan kunjungan wisata hingga 108 persen dalam setahun terakhir.

Menurut laporan Le Monde, kebangkitan ini berawal dari program revitalisasi ekonomi yang diluncurkan pemerintah Tiongkok sejak 2021.

Datong dulunya merupakan pusat penambangan batu bara terbesar di utara Tiongkok dengan tingkat polusi yang tinggi.

Namun kini, pemandangan kota telah berubah menjadi penuh taman hijau, museum, dan desa wisata budaya.

Pemerintah setempat mengubah bekas tambang menjadi area konservasi, tempat wisata edukatif, dan taman energi terbarukan.

Salah satu daya tarik utamanya adalah Yungang Grottoes, situs warisan dunia UNESCO yang menampilkan 51.000 patung Buddha berusia lebih dari 1.500 tahun.

chinBaca Juga: Meskipun Menuai Protes, Soeharto Tetap Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Selain itu, pemerintah juga membangun Eco-Cultural Tourism Zone, kawasan wisata ramah lingkungan yang memadukan sejarah dan modernitas.

Datong kini juga dikenal karena harga wisatanya yang murah, membuatnya menjadi alternatif populer bagi wisatawan domestik dan internasional.

Hotel lokal menawarkan tarif 40% lebih rendah dibanding kota besar seperti Beijing atau Shanghai.

Warga setempat berperan aktif dalam pengembangan pariwisata melalui program homestay, kuliner lokal, dan kerajinan tangan tradisional.

Transformasi ekonomi ini juga menciptakan lapangan kerja baru dan menghidupkan kembali kota yang dulu bergantung pada industri ekstraktif.

Wisatawan kini datang tidak hanya untuk sejarah, tetapi juga untuk menikmati festival budaya dan pertunjukan musik tahunan di pusat kota.

Menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok, Datong kini menjadi contoh sukses transisi ekonomi hijau di kawasan utara negara itu.

Pemerintah daerah menargetkan kunjungan wisata mencapai 15 juta orang per tahun pada 2030.

Datong juga mendapat dukungan dari program nasional “Beautiful China” yang berfokus pada pariwisata berkelanjutan.

Para pakar pariwisata menilai Datong sebagai model global bagaimana kota industri bisa bangkit melalui pelestarian sejarah dan inovasi hijau.

Kebangkitan Datong membuktikan bahwa perubahan ekonomi dapat sejalan dengan pelestarian lingkungan dan warisan budaya.

(rm)

Editor : Jasinta Bolang
#Datong #Pariwisata #Tiongkok #Keberlanjutan #UNESCO